sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank Indonesia tahan suku bunga acuan 5% di akhir 2019

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 19 Des 2019 14:42 WIB
Bank Indonesia tahan suku bunga acuan 5% di akhir 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,00%, suku bunga deposit facility sebesar 4,25%, dan suku bunga lending facility sebesar 5,75% pada Desember 2019.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan kebijakan moneter BI tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga.

“Serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perekonomian global yang melambat,” kata Perry, usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12).

Lalu, kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Respons bauran kebijakan tersebut dapat menjaga stabilitas perekonomian dan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam memitigasi risiko global," ujarnya.

Bank Indonesia pun akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal. 

"Kami akan mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk penanaman modal asing (PMA)," jelasnya.

Perry mengatakan keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan dua bulan berturut-turut ini berdasarkan berbagai pertimbangan.

Sponsored

Pertama, pertumbuhan ekonomi dunia melambat, namun ketidakpastian pasar keuangan global menurun. Terdapat sejumlah perkembangan positif terkait dengan perundingan perang dagang antara Amerika Serika dan China serta proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), meskipun sejumlah risiko geopolitik masih berlanjut. Pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan 3,0% pada 2019.

Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga ditopang konsumsi rumah tangga, ekspansi fiskal, dan perbaikan ekspor. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2019 diprakirakan membaik sehingga secara keseluruhan tahun 2019 dapat mencapai sekitar 5,1% dan meningkat dalam kisaran 5,1-5,5% pada tahun 2020.

Ketiga, Neraca Pembayaran Indonesia triwulan IV-2019 diprakirakan terus membaik sehingga menopang ketahanan sektor eksternal.

Keempat, nilai tukar rupiah menguat didukung kinerja Neraca Pembayaran Indonesia yang membaik. Pada 18 Desember 2019, rupiah menguat 0,93% (ptp) dibandingkan dengan level November 2019.

Kelima, inflasi tetap terkendali pada level yang rendah dan stabil. Inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada November 2019 tercatat 0,14% (mtm) sehingga secara tahunan tercatat 3,00% (yoy).

Keenam, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, meskipun fungsi intermediasi perbankan terus menjadi perhatian. 

Terakhir, kelancaran sistem pembayaran tetap terjaga, baik tunai maupun nontunai. 

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Ada Mbah Dukun sedang jualan di medsos...

Minggu, 02 Agst 2020 16:26 WIB
Berita Lainnya