sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank UOB optimistis perekonomian Indonesia pulih lebih cepat

Percepatan pemulihan ini juga didorong seiring dengan adanya pelonggaran operasional di berbagai sektor di tengah PPKM.

Davis Efraim Timotius
Davis Efraim Timotius Rabu, 15 Sep 2021 13:38 WIB
Bank UOB optimistis perekonomian Indonesia pulih lebih cepat

Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia Hendra Gunawan mengaku optimistis, perekonomian Indonesia akan pulih lebih cepat di tengah tantangan perekonomian global akibat pandemi Covid-19.

“UOB percaya bahwa Indonesia dapat pulih lebih cepat di tengah membaiknya permintaan domestik dan eksternal, didukung kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif serta belanja infrastruktur yang berkelanjutan seiring dengan peningkatan vaksin yang gencar di tanah air,” ujar Hendra dalam UOB Economic Outlook 2022 Bertajuk Empowering the Indonesian Economy for Stronger Recovery secara virtual, Rabu (15/9).

Percepatan pemulihan ini juga didorong seiring dengan adanya pelonggaran operasional di berbagai sektor di tengah PPKM. Hendra mengatakan bahwa pelonggaran PPKM menghasilkan optimisme untuk percepatan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19.

“Hal ini akan juga akan mendorong pelonggaran sejumlah pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi domestik, sehingga memberikan optimisme untuk percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi,” ujar Hendra.

Webinar UOB Economic Outlook 2022 kali ini mengangkat tema Empowering the Indonesian Economy for Stronger Recovery atau memberdayakan ekonomi Indonesia untuk pemulihan yang lebih kuat. Dengan Fokus utama pada pasar komunitas dan keberlanjutan konektivitas regional, serta pemanfaatan ekonomi berbasis konsumsi domestik yang berpotensi besar di Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Chairman And Chief Executive Officer UOB Wee Ee Cheong mengatakan, ekonomi Indonesia dapat kembali pada proyeksi minimal 5% pada 2022.

“Covid-19 telah memperkuat dasar struktural dan megatren, dan kami melihat peluang bertumbuh di area konektivitas digitalisasi dan keberlanjutan. Terdapat peluang besar untuk Indonesia dalam memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Wee Ee Cheong.

Ia juga mengatakan negara Indonesia memiliki banyak populasi generasi muda serta talenta kewirausahaan, yang cakap digital dengan daya beli yang kuat. Konektivitas pun sangat penting bagi pembangunan ekonomi kawasan ini.

Sponsored

Untuk itu, UOB percaya pentingnya kerja sama erat dengan Kementerian Investasi, asosiasi dan rekan bisnis untuk mempromosikan masuknya pasar baru di seluruh kawasan. Wee mengatakan bahwa pandemi telah mempercepat penerapan digitalisasi, mengubah model operasional dan industri dengan cepat.

“Dalam bisnis peluang muncul dalam meningkatkan produktivitas dan transformasi dalam pengalaman nasabah. Saya senang melihat upaya kami dapat turut mendukung agenda pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital dan meningkatkan inklusi keuangan,” ujar Wee Ee Cheong.

Menurutnya saat ini keberlanjutan merupakan rencana strategis bagi pemerintah, organisasi dan investor. Ia juga menambahkan terdapat potensi sebesar US$1 triliun di Asia Tenggara. Namun, laju penerapan transisi menuju keberlanjutan sangat bergantung pada situasi setiap negara.

Berita Lainnya