sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bankjatim catat laba bersih Rp803 miliar di semester I-2021

Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 14,62% (yoy) atau tercatat Rp7,25 triliun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 07 Sep 2021 13:34 WIB
Bankjatim catat laba bersih Rp803 miliar di semester I-2021

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bankjatim mencatat laba bersih pada semester I-2021 mencapai Rp803 miliar atau tumbuh 4,32% (yoy).

Selain itu, aset Bankjatim tercatat Rp95,48 triliun atau tumbuh 26,90%, laba sebelum pajak bankjatim tembus Rp1,04 Triliun atau tumbuh 5,56% (yoy).

Kinerja perseroan di semester I-2021 terus menunjukkan perbaikan. Liabilitas perusahaan juga terjaga, di mana Dana Pihak Ketiga (DPK) Bankjatim tercatat pertumbuhan 27,36% (yoy) yaitu sebesar Rp81,52 triliun.

"Meskipun masih di tengah-tengah pandemi, bankjatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 8,72% (yoy) atau sebesar Rp42,60 triliun," kata Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, Selasa (7/9).

Busrul menjelaskan, pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 14,62% (yoy) atau tercatat Rp7,25 triliun. Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 13,39% atau Rp10,63 triliun.

Lalu, kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 5,26% atau tercatat Rp24,72 triliun.

Komposisi rasio keuangan Bankjatim periode Juni 2021 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,06%, dan Return On Asset (ROA) 2,31%. 

Selama pandemi, Bankjatim juga aktif berpartisipasi dalam mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui restrukturisasi kredit. Sampai dengan Juni 2021, bankjatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp2,56 triliun atau 6,02% dari total penyaluran kredit Bankjatim.

Sponsored

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 yang melanda dunia menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, tidak terkecuali industri perbankan. 

Namun demikian pertumbuhan di atas menegaskan bahwa situasi Covid-19 tidak menjadi kendala yang signifikan bagi Bankjatim, melainkan suatu tantangan dan peluang yang harus dihadapi.

"Bankjatim bersyukur masih mampu memberikan kinerja yang positif, khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur," ucapnya.

Berita Lainnya
×
tekid