close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi BRI. Foto Reuters.
icon caption
Ilustrasi BRI. Foto Reuters.
Bisnis
Kamis, 03 Februari 2022 12:48

BBRI catat laba bersih Rp32,22 triliun sepanjang 2021

Laba bersih BBRI melesat 75,53% secara tahunan alias year on year (yoy).
swipe

Di tengah pandemi Covid-19, industri perbankan mencatat kinerja cemerlang. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) mengantongi laba bersih (bank only) Rp32,22 triliun sepanjang 2021 atau melesat 75,53% secara tahunan alias year on year (yoy).

Direktur Utama BBRI Sunarso mengatakan pertumbuhan laba ditopang oleh moncernya kinerja kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), disertai penurunan biaya bunga yang signifikan. Di saat yang bersamaan perseroan mampu mengelola portfolio mix serta kualitas aset sehingga dapat meningkatkan yield aset tersebut.

“Raihan laba membuktikan perseroan dapat terus menciptakan economic value kepada seluruh stakeholders di tengah kondisi yang menantang saat ini,” ujarnya dalam paparan catatan keuangan triwulan IV, Kamis (3/2).

Sepanjang 2021, perusahaan mencatat penyaluran kredit tumbuh 7,16% yoy. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit di industri perbankan nasional tahun 2021 yang sebesar 5,24%. Seluruh segmen pinjaman BBRI tercatat tumbuh positif dengan driver utama pertumbuhan kredit masih berada pada segmen mikro yang tercatat tumbuh sebesar 12,98% yoy. Sementara segmen konsumer tumbuh 3,97% yoy, segmen kecil dan menengah tumbuh 3,55%. dan segmen korporasi tumbuh 2,37%.

"Hal ini sesuai dengan aspirasi BBRI untuk fokus ke segmen UMKM,” imbuh Sunarso.

Dari sisi manajemen risiko, rasio kredit bermasalah alias nonperforming loan (NPL) tercatat di level 3,08% dengan NPL coverage sebesar 278,14%. 

“Kualitas kredit BBRI yang baik tersebut diikuti dengan kondisi restrukturisasi kredit BBRI yang saat ini terus melandai. Hingga akhir Desember 2021 tercatat restrukturisasi BBRI sebesar Rp156,93 triliun, atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp245,22 triliun,” kata Sunarso.

Adapun, DPK tercatat tumbuh 7,14% yoy dengan dana murah (CASA) meningkat sebesar 11,18% yoy.

img
Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan