close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi BCA. Foto Shutterstock.
icon caption
Ilustrasi BCA. Foto Shutterstock.
Bisnis
Senin, 13 Juni 2022 16:12

BCA minta nasabah hati-hati penipuan yang sedang marak

Kejahatan turut meningkat mengiringi digitalisasi pada sektor perbankan. 
swipe

Perkembangan bank digital saat ini semakin masif. Selain memberi kemudahan mengakses secara online bagi nasabah, kejahatan pun turut meningkat mengiringi digitalisasi pada sektor perbankan. 

Salah satu yanga harus diwaspadai para nasabah adalah tindak pidana penipuan socio engineering, yaitu dengan merekayasa sosial melalui aktivitas manipulasi psikologi. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengecoh pengguna software atau aplikasi media sosial untuk membuat kesalahan keamanan dan memberikan informasi data diri serta kode penting lainnya yang bersifat pribadi.

Modus penipuan berbasis socio enginering yang sering terjadi saat ini, salah satunya mengatasnamakan bank BCA. Modus berawal dengan memberikan tawaran melalui telepon atau pesan WhatsApp kepada nasabah dan iklan di media sosial seperti Instagram mengatasnamakan BCA.

"Tujuannya untuk mengelabui nasabah BCA agar mengupgrade akun mereka menjadi nasabah BCA Prioritas dan Solitaire," kata EVP Individual Customer Business Development BCA, Adrianus Wagimin dalam diskusi secara daring, Senin (13/6).

Dia menambahkan, alasan nasabah terkecoh untuk menjadi keanggotaan atau membership BCA Prioritas dan Solitaire karena fasilitas yang diberikan cukup banyak. Keanggotaan ini hanya dapat diberikan berdasarkan tawaran resmi dan bersifat eksklusif dari pihak BCA kepada nasabah dengan berbagai tahap dan ketentuan.

Haryanto T. Budiman selaku Direktur BCA juga menjelaskan, BCA belum berpikir untuk mengadakan program upgrade nasabah.

"Demi memberikan pelayanan dan kualitas maksimal, kami tidak asal menawarkan BCA Prioritas dan Solitaire pada nasabah. Jadi kami juga belum terpikirkan untuk program upgrade seperti ini," tutur Haryanto.

Haryanto mengingatkan kepada seluruh nasabah BCA yang jumlahnya mencapai 24 juta agar waspada dan berhati-hati untuk tidak sembarangan mengklik link palsu, apalagi mengisi data-data pribadi seperti KTP, Kartu Keluarga, hingga nama orang tua, kartu debit atau kartu kredit, PIN, Password Id, CVV atau CVC, dan OTP.

Wani Sabu selaku EVP Central of Digital BCA menjelaskan, ada beberapa penipuan yang sering dialami nasabah BCA, di antaranya telepon palsu atau fake caller dengan nomor telepon diawali kode area atau kode plus (+). Ada juga yang mengirim pesan melalui WhatsApp dengan profil akun mengatasnamakan BCA atau orang-orang terkenal, bahkan kerabat dekat sendiri dengan dilengkapi foto orang tersebut.

"Sekarang semua serba online, biasanya penipuan ini terjadi dari modus jual beli online, penjualan harga murah yang jauh dari harga pasar, bahkan penipuan atas nama provider telepon," ujar Wani.

Jika terlanjur mengalami penipuan, Wani memberikan saran untuk segera menyelamatkan dana nasabah dengan melapor ke BCA melalui HaloBCA atau callcenter center 1500888. Bisa juga melalui WhatsApp 08111500998, akun Instagram resmi BCA @GoodlifeBCA, twitter @BankBCA dan @HaloBCA. Jika korban segera melapor dana masih belum sempat diambil fraudster, dana nasabah tersebut bisa langsung diselamatkan oleh pihak BCA. 

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan