sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bencana dan tiket pesawat bikin kinerja emiten wisata rontok

Bencana yang terjadi di Bali dan Lombok, serta kenaikan tarif tiket pesawat, membuat kinerja emiten pariwisata rontok.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 03 Apr 2019 06:36 WIB
Bencana dan tiket pesawat bikin kinerja emiten wisata rontok

Bencana yang terjadi di Bali dan Lombok, serta kenaikan tarif tiket pesawat, membuat kinerja emiten pariwisata rontok.

Agen wisata PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. (PDES) mengaku kenaikan tarif tiket pesawat domestik tidak berdampak besar terhadap kinerja perseroan.

"Enggak berpengaruh. Namun tahun lalu memang PDES mencatat rugi," ujar Sekretaris Perusahaan Destinasi Tirta Nusantara AB Sadewa saat dihubungi Alinea.id, Selasa (2/4).

Mengutip laporan keuangan perusahaan, PDES mencatatkan laba bersih senilai Rp3,95 miliar sepanjang 2018. Angka ini anjlok 86,3% dari laba bersih tahun sebelumnya senilai Rp28,77 miliar.

Sadewa mengatakan, salah stau faktor penurunan laba bersih yaitu beban pokok pendapatan yang naik. PDES mencatat beban pokok pendapatan menjadi Rp399,84 miliar. Angka tersebut naik 9,62% dari Rp364,74 miliar.

Selain itu, kata Sadewa, penurunan laba bersih juga disebabkan oleh penundaan hingga pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) lantaran ditutupnya Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu. 

Pada Juni tahun lalu, Bandara Internasional Ngurah Rai Bali ditutup karena terdampak abu vulkanik dari letusan Gunung Agung. 

"Disusul gempa Lombok, akibatnya kami harus menjual paket lebih murah agar kompetitif. Di sinilah imbas kenaikan beban pokok pendapatan pada 2018," ucapnya.

Sponsored

Meski demikian, sepanjang 2018 perusahaan di bidang pariwisata ini mampu mencatat kenaikan pendapatan tipis 1,35% menjadi Rp514,85 miliar dari tahun sebelumnya senilai Rp507,982 miliar.

Sementara itu, kinerja induk usahanya yakni PT Panorama Sentrawisata Tbk. (PANR) mencatatat rugi bersih senilai Rp38,12 miliar sepanjang 2018. Padahal, tahun sebelumnya perseroan mampu mencetak laba senilai Rp1,58 miliar.

Kerugian ini berasal dari beban ekuitas pada rugi bersih entitas asosiasi senilai Rp6,62 miliar. Padahal, pada 2017 mencetak laba bersih entitas asosiasi Rp21,44 miliar. 

Adapun beban pajak tangguhan senilai Rp11,91 miliar. Padahal, pada 2017 memperoleh penghasilan pajak senilai Rp2,02 miliar. Direktur PANR Daniel Martinus enggan berkomentar saat dihubungi Alinea.id lantaran akan ada rilis kinerja pada pekan ini.

Berita Lainnya
×
tekid