sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI: Pertumbuhan ekonomi tetap bergantung pada konsumsi

Konsumsi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah jadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 21 Nov 2019 16:32 WIB
BI: Pertumbuhan ekonomi tetap bergantung pada konsumsi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Bank Indonesia (BI) menyatakan konsumsi rumah tangga tetap akan menjadi faktor penopang pertumbuhan ekonomi hingga kuartal IV-2019. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan aliran dana bantuan sosial yang disalurkan oleh pemerintah kepada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah berhasil menjaga konsumsi rumah tangga yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. 

Hal ini, kata Perry, dapat dilihat dari indikator penjualan retail non durable untuk barang-barang kebutuhan pokok yang masih tinggi.

"Pertumbuhan konsumsi dari kelompok masyarakat yang berpendapatan rendah Ini cukup baik karena adanya penyaluran bantuan sosial menyasar 14,6 juta keluarga atau mendekati 40 juta penduduk," katanya di Jakarta, Kamis (21/11).

Dia pun mengatakan inflasi yang masih terjaga rendah di angka 3,1% secara keseluruhan atau masih di bawah ambang batas 3,5% mendukung konsumsi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, Perry menjelaskan, pertumbuhan konsumsi juga didukung oleh masyarakat berpenghasilan menengah yang tumbuh hingga kuartal III-2019 sebesar 61,5%. 

Konsumsi masyarakat kelas menengah ini adalah yang membelanjakan uangnya sebesar US$2,97 hingga US$8,44 per hari.

"Secara keseluruhan ini menuju ke 61,5%. Kalau tahun 2000 cuma 23%, jadi semakin besarnya middle income ini juga yang menopang daya konsumsi masyarakat. Ini terlihat dari berbagai penjualan ritel yang non durable," jelasnya.

Sponsored

Selain itu, kata Perry, dengan tingkat inflasi yang terjaga rendah di angka 3,1%, kelompok inflasi volatile food juga dapat ditekan di bawah 5%. Sehingga, harga kebutuhan pokok masih terus terjaga dan mendukung daya konsumsi masyarakat.

"Sekitar 5 sampai 10 tahun lalu inflasi harga pangan pernah mencapai 10%. Sering naik turun. Sekarang relatif stabil dan bahkan ditekan di bawah 5%," ucapnya.

Untuk itu, katanya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih dapat tumbuh di kisaran 5,1% hingga akhir tahun dibandingkan dengan negara-negara lain yang terus mengalami perlambatan.

"Karena hampir 60% sumber pertumbuhan ekonomi kita dari konsumsi rumah tangga. Itu adalah kenapa kami confidence konsumsi rumah tangga tetap stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi," tukasnya.

Berita Lainnya