sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI: Rupiah terus menguat dampak perbaikan ekonomi global

Dalam perdagangan antar bank, nilai tukar rupiah menyentuh Rp15.920 per dolar AS.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 09 Apr 2020 17:26 WIB
BI: Rupiah terus menguat dampak perbaikan ekonomi global
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 275213
Dirawat 61813
Meninggal 10386
Sembuh 203014

Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami penguatan. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan rupiah dibuka Rp16.200 per dolar AS, namun terus menguat hingga Rp16.020 saat pemaparannya disampaikan.

"Rupiah tidak hanya bergerak stabil tapi juga terus menguat. Hari ini kuat dari yang tadi pagi awal trading itu Rp16.200 sekarang Rp16.020," katanya dalam video conference, Kamis (9/4).

Bahkan, kata Perry, dalam bid and offer perdagangan antar bank, nilai tukar rupiah menyentuh Rp15.920 per dolar AS. Untuk itu, dia optimistis bahwa perdagangan rupiah hingga akhir tahun akan mendekati Rp15.000 per dolar AS.

Selain dampak intervensi yang dilakukan BI bersama dengan otoritas jasa keuangan (OJK) dan lembaga penjamin simpanan (LPS), membaiknya kondisi rupiah juga didorong oleh perbaikan pasar keuangan global.

Sponsored

Hal ini, menurut Perry, terlihat dari volatility index (VIX) AS yang terus menguat, meski tingkat volatilitasnya masih tinggi dan belum terlalu stabil. Saat ini indeks VIX tercatat di angka 43,68.

"Saya pernah sampaikan sebelum Covid-19 indeks VIX itu 18,8%. Pada saat panik di global minggu kedua dan ketiga Maret, tertinggi adalah 82%. Kemudian dengan kebijakan baik pelonggaran The Fed dan stimulus AS dan berbagai negara kemudian VIX itu berangsur menurun," ujarnya.

Penurunan indeks VIX tersebut, sambungnya, juga  memicu penguatan nilai tukar mata uang sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Berita Lainnya
×
img