BI sebut sudah antisipasi kebijakan The Fed

Naiknya suku bunga acuan BI7DRR, menjadi 150 basis poin di sepanjang tahun ini, juga sebagai antisipasi kenaikan fed fund rate.

BI sebut sudah antisipasi kebijakan The Fed Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo./AntaraFoto

Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve dini hari tadi, Kamis (8/11) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 2-2,25%. Naiknya suku bunga acuan BI7DRR, menjadi 150 basis poin di sepanjang tahun ini, juga sebagai antisipasi kenaikan fed fund rate.

"Naiknya bunga 150 bps itu sudah antisipasi kenaikan fed fund rate, termasuk kenaikan fed fund rate yang 25 bps akhir tahun ini," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Jumat (9/11). 

Kebijakan suku bunga tersebut juga sudah memperhitungkan inflasi ke depan. Disamping itu juga agar daya tarik pasar keuangan domestik, menjadi menarik.  "Alhamdulillah kebijakan itu menjadi juga faktor positif kenapa aliran modal asing masuk," tukas Perry. 

Sementara aliran modal asing pada November 2018 telah mencapai Rp14,4 triliun. Sehingga SBN pada year to date telah mencapai Rp42,6 triliun. Modal asing yang masuk ke saham sebesar Rp5,5 triliun (year to date). "Masih negatif karena di awal periode ini banyak outflow dari asing kepemilikan saham," tutur dia. 

Langkah Pemerintah menjaga momentum penguatan rupiah

Kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku akan terus fokus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan menjaga agar transaksi berjalan (Current Account Defisit) tetap rendah. 

"Kami akan tetap fokus menjaga agar CAD tetap bisa dikelola, karena itu adalah satu sumber yang dapat menimbulkan persepsi terhadap perekonomian Indonesia," ujarnya di Kantor DJP, Jumat (9/11). 

Selain itu Kemenkeu juga akan meningkatkan kebijakan untuk mendorong investasi sehingga aliran modal masuk (capital inflow) dan investasi dalam negeri juga bisa meningkat. Tidak kalah penting adalah melakukan komunikasi kepada pelaku ekonomi. Terutama di tingkat regional dan global.


Berita Terkait