close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi Alinea.id/Bagus Priyo.
icon caption
Ilustrasi Alinea.id/Bagus Priyo.
Bisnis
Kamis, 28 April 2022 21:27

BKPM klaim investasi di Indonesia menjadi lebih inklusif

Pertumbuhan investasi di luar Jawa saat ini cukup stabil dan terus mengalami peningkatan secara signifikan.
swipe

BKPM mengomentari alasan lonjakan investasi pada kuartal I-2022 yang tercatat sebesar Rp282,4 triliun, atau meningkat 28,5%. Hal ini dicapai melalui serangkaian kebijakan yang akomodatif dan inovatif untuk mendorong investasi di tanah air.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Imam Soejoedi mengatakan, hasil positif yang diraih investasi pada kuartal I tahun ini, tidak terlepas dari kepiawaian Presiden Jokowi dalam menarik investor asing. 

“Investasi ini dimungkinkan berkat kebijakan Jokowi yang konstruktif, inovatif, yang tahu bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan investasi,” ujarnya dalam diskusi yang dipantau online Kamis (28/4).

Karena kombinasi kebijakan tersebut, investasi di Indonesia menjadi lebih inklusif. Hal ini ditandai dengan pemerataan investasi di Jawa dan luar Jawa.

Bahkan, selama tiga tahun terakhir, implementasi investasi di luar Jawa berhasil melampaui Jawa. Dia mencatat, dalam tiga tahun terakhir, investasi di luar Jawa tumbuh lebih dari 50%.

“Jadi, investasinya bukan hanya Java-focused atau Java-centric. Ini investasi yang bisa mendorong pertumbuhan dari Sabang sampai Merauke,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, sebagai refleksi pemerataan ekonomi di Indonesia, pertumbuhan investasi di luar Jawa saat ini cukup stabil dan terus mengalami peningkatan secara signifikan. Pada triwulan I-2022 realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp148,7 triliun atau meningkat 16,6% dari triwulan IV-2021 yang sebesar Rp127,5 triliun.

Pertumbuhan investasi di luar Jawa terlihat dengan masuknya Riau dan Sulawesi Tengah ke dalam lima besar lokasi investasi PMA dan PMDN. Sedangkan tiga provinsi luar Jawa dengan realisasi investasi PMA terbesar, yaitu Sulawesi Tengah di urutan pertama dengan persentase sebesar 12,9%, diikuti Riau 9,9%, dan Maluku Utara 7,3%.

“Saya diperintah Bapak Presiden untuk mewujudkan investasi yang inklusif dan berkualitas yaitu adanya keseimbangan realisasi investasi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan mineral, serta tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di daerah. Untuk itu seluruh unit di Kementerian Investasi/BKPM dengan upaya out of the box melakukan langkah-langkah dalam rangka pencapaian investasi inklusif,” pungkas Bahlil.

img
Bessam
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan