sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BKPM pantau pemanfaatan TKDN di proyek Pertamina

Bahlil juga menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM dan pengusaha nasional di daerah.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 31 Agst 2020 20:27 WIB
BKPM pantau pemanfaatan TKDN di proyek Pertamina
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan komitmen kepatuhan pada aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dilaksanakan dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan dan Lawe-Lawe, di Balikpapan, Kalimantan Timur.

“BKPM ingin memastikan komitmen komponen TKDN jangan hanya di atas kertas, namun juga dilaksanakan. BKPM akan mendukung sebagai garda terdepan jika ada masalah selama proses pembangunan proyek ini," katanya dalam keterangan resmi, Senin (31/8).

Dia mendorong PT Kilang Pertamina International (KPI) dan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memenuhi penggunaan komponen dalam negeri.  Bahlil juga meminta Pertamina untuk terbuka perihal kendala-kendala yang dihadapinya di lapangan dalam mengembangkan proyek RDMP tersebut, termasuk dalam hal tingkat penggunaan TKDN.

"Ke depannya harus transparan dan berkolaborasi. Mana yang bisa dilakukan oleh Pertamina dan mana yang tidak bisa dilakukan, mari diskusikan bersama-sama,” ujarnya.

Bahlil juga menekankan pentingnya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengusaha nasional di daerah untuk terlibat dalam setiap proyek yang didanai oleh asing maupun investor dalam negeri.

“Wajib bagi investor asing maupun dalam negeri yang melakukan usaha di daerah untuk menggandeng pengusaha lokal. Yang penting pengusaha daerah yang memenuhi syarat serta memiliki kompetensi yang sesuai. Pengusaha daerah diberi kesempatan mengambil bagian, supaya sama-sama besar. Ingat, dalam konteks yang positif, bukan negatif!” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kilang Pertamina International (KPI) Ignatius Tallulembang menyampaikan bahwa Pertamina telah turut berperan dalam mendorong perekonomian dalam negeri. Tahun 2019 lalu, lanjutnya, Pertamina berhasil meningkatkan penyerapan TKDN yang mencapai 43,16%, dibandingkan tahun sebelumnya (2018) yaitu sebesar 38,17%. 

Ini mengacu hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP). Sementara pada triwulan I-2020 ini, penyerapan TKDN mencapai 52,20%. 

Sponsored

“Kami mengedepankan penggunaan TKDN sesuai arahan pemerintah. Secara keseluruhan, diharapkan TKDN pada megaproyek RDMP dan GRR Pertamina ditargetkan mencapai 30% hingga 70%. Untuk di Balikpapan dan Lawe-Lawe, kami targetkan 30% hingga 35% saat proyek selesai di tahun 2023,” ujar Ignatius.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) Narendra Widjajanto menambahkan pihaknya mematok target penyerapan TKDN sebesar 35% sampai dengan Juli 2020 lalu. Sedangkan, untuk Outside Battery Limit (OSBL) - Inside Battery Limit (ISBL) telah mencapai 38% dan bahkan telah mencapai 41% apabila termasuk Early Works.

Terkait Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) PT KPB di RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe, Pemerintah Pusat dan Daerah terus melakukan pengawalan untuk memfasilitasi kendala yang dihadapi perusahaan sampai dengan tuntas. 

Proyek RDMP RU V Balikpapan dan Lawe-Lawe sendiri adalah proyek terbesar Pertamina dengan nilai mencapai US$6,5 miliar. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas kilang, memperbaiki kualitas produk dan menurunkan harga pokok produksi BBM. 

Produk yang dihasilkan nantinya akan memiliki standar Euro V yang mampu bersaing dengan produk internasional. Ke depan, proyek ini akan menurunkan impor BBM dan diharapkan akan mendorong peningkatan devisa dan penerimaan pajak.

Berita Lainnya