logo alinea.id logo alinea.id

Bos Indosat bantah rumor Ooredoo jual saham

Bos PT Indosat Tbk. (ISAT) membantah adanya rumor pemegang mayoritas Ooredoo Asia Pte. Ltd. menjual kepemilikan saham.

Eka Setiyaningsih Rabu, 09 Jan 2019 21:42 WIB
Bos Indosat bantah rumor Ooredoo jual saham

Bos PT Indosat Tbk. (ISAT) membantah adanya rumor pemegang mayoritas Ooredoo Asia Pte. Ltd. menjual kepemilikan saham.

Direktur Utama Indosat Chris Kanter menegaskan rumor penjualan saham ISAT oleh Ooredoo yang membuat harga melejit.

"Itu tidak benar," ujarnya saat dimintai konfirmasi oleh Alinea.id melalui pesan singkat, Rabu (9/1).

Hingga 30 September 2018, saham ISAT digenggam oleh Ooredoo Asia (65%), pemerintah (14,29%, dan publik (20,71%). 

Chris Kanter mengatakan akan melakukan perluasan jaringan untuk memperbaiki kinerja persoran di tahun ini.

Namun sayangnya, Chris Kanter enggan menjelaskan lebih detail starteginya. "Wah panjang kalau mau dikelaskan, yang pasti network expansion," kata dia.

Sejumlah analis memprediksi lonjakan harga saham yang terjadi pada Indosat akibat adanya spekulasi pelaku pasar. Rumor yang beredar di antara pelaku pasar adalah adanya operator Indonesia yang dilirik perusahaan telekomunikasi asal Vietnam, Viettel.

Rumornya, operator yang dilirik bisa jadi adalah Indosat yang saat ini mayoritas sahamnya dikuasai oleh Qatar Telecom.

Sponsored

Pada perdagangan saham hari ini, Rabu (9/1), Indosat berhasil sebagai top gainers. Berdasarkan data Bloomberg, saham ISAT melonjak 24,65% atau 445 poin ke posisi Rp2.250 per lembar. 

Saham ISAT sempat ke berada level tertinggi Rp2.250 dan terendah Rp1.835 per saham.

Total frekuensi perdagangan saham 12.659 kali dengan volume perdagangan 791.086. Nilai transaksi harian saham Rp162,2 miliar.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menyebut, pelonjakan yang terjadi memang ada kaitannya dengan pemberitaan akuisisi Indosat.

"Itu karena isu. Jadi pagi tadi ada isu ISAT mau diakuisisi sama VIETTEL (operator milik Vietnam)," ujar Dennies.

Menurutnya itu adalah faktor utama melonjaknya harga saham. "Itu faktor utama. Selain itu, kalau menurut saya karena saham ISAT sudah turun jauh dibandingkan harga tahun lalu," jelasnya.

Pada 2018, saham Indosat mengalami tekanan besar. Saham ISAT merosot 64,90% ke posisi Rp1.685 per saham. Indosat mencatatkan harga saham tertinggi di posisi Rp6.600 dan terendah Rp1.675. Volume perdagangan saham 359.949.838 dengan nilai transaksi Rp1,3 triliun.

Pergerakan saham PT Indosat Tbk. (ISAT) / Bloomberg