sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI catat capital inflow hingga 16 Februari capai US$8,5 miliar

Kinerja positif itu dipengaruhi oleh ekspor yang kembali mencatat kenaikan sebesar 12,24% (yoy).

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 18 Feb 2021 16:43 WIB
BI catat capital inflow hingga 16 Februari capai US$8,5 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik terus berlanjut. Hal itu terlihat dari investasi portofolio yang tercatat sebesar US$8,5 miliar dari Januari hingga 16 Februari 2021.

"Kinerja terkini menunjukkan aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik terus berlanjut. Investasi portofolio mencatat net inflows sebesar US$8,5 miliar dari periode Januari hingga 16 Februari 2021," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan pers virtual, Kamis (18/2).

Di lain sisi, dia menjelaskan, neraca perdagangan pada Januari 2021 mencatat surplus sebesar US$1,96 miliar, melanjutkan surplus yang telah terjadi sejak Mei 2020. 

Kinerja positif itu dipengaruhi oleh ekspor yang kembali mencatat kenaikan sebesar 12,24% (yoy), ditopang terutama oleh permintaan dari China, Amerika Serikat, dan Jepang, serta kenaikan harga komoditas global. 

Oleh sebab itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2021 tercatat sebesar US$138 miliar, setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. 

Perry pun menuturkan, bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan tetap baik, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal. 

Adapun, NPI keseluruhan pada 2020 diperkirakan mengalami surplus, ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang meningkat dan defisit transaksi berjalan yang menurun. 

"Ke depan, defisit transaksi berjalan diperkirakan akan tetap rendah yaitu sekitar 1%-2% dari PDB pada 2021 sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia," ujarnya.

Sponsored
Berita Lainnya