sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Berawal dari donasi, pengusaha party planner sukses menjual face shield di kala pandemi

Cerita pengusaha party planner mendulang rezeki di tengah sulitnya ekonomi akibat pandemi.

Syah Deva Ammurabi
Syah Deva Ammurabi Jumat, 05 Jun 2020 14:32 WIB
Berawal dari donasi, pengusaha party planner  sukses menjual face shield di kala pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Sepuluh tahun lalu, Ola Harika Rachman menggelar pesta untuk merayakan hari ulang tahun anak sulungnya. Ia pun terjun langsung dalam proses dekorasinya. Melihat kesuksesan acara tersebut, teman-temannya meminta Ola untuk membantu dekorasi acara pesta mereka.

Seiring waktu berjalan, tercetuslah ide untuk mendirikan usaha jasa penyelenggara pesta (party organizer) yang ia beri nama “LittleThoughts Planner”.

“Banyak temen aku yang posting di Twitter dan Instagram. Jadi pemasaran bisnis ini berdasarkan mulut ke mulut. Setelah itu, langsung jadi besar sampai sekarang,” ungkapnya kepada Alinea.id melalui telekonferensi, Kamis (28/5).

Kini, LittleThoughts Planner dikenal sebagai penyelenggara pesta papan atas. Berbagai jenis acara dilayaninya mulai dari acara ulang tahun, tasyakuran, acara kantor, dan momen-momen penting lainnya.

Pandemi mengubah segalanya

Sayangnya, pandemi Covid-19 amat berdampak bagi bisnis Ola. Permintaan untuk mempersiapkan pesta semakin menurun, sehingga berpengaruh terhadap kegiatan sehari-harinya. Di tengah kekosongan waktunya, tercetus ide untuk menciptakan barang yang bermanfaat bagi para tenaga medis.

“Yang tadinya aku sangat aktif dekor dan meeting untuk bertemu klien, tiba-tiba ketika pandemi ini totally stop. Aku yang terbiasa gak bisa diam, lalu kepikiran apa yang bisa aku bantu untuk tenaga medis di garda depan? Menurutku face shield, gampang sekali buatnya,” terangnya.

Ide membuat face shield atau pelindung wajah didapatkannya dari sang mertua. Dengan berbekal video tutorial dari temannya, ia mulai mencoba produksi face shield. Adapun pengerjaannya juga dibantu oleh rekan-rekannya yang berprofesi sebagai perajin.

Sponsored

“Pokoknya begitu aku bikin mockup-nya (model atau contoh), aku langsung bikin iklan di Instagram. Saat itu tanggal 27 Maret,” ujar wanita berusia 35 tahun tersebut.

Dia mengungkapkan bahan yang digunakannya adalah sisa bahan goodie bag pesta anak-anak. Penutup wajah dibuat dari plastik mika. Awalnya, pembuatan face shield ditujukan untuk donasi kepada para tenaga medis. Ola membagikannya dalam sebuah paket berisi 100 face shield.

Ola juga membuka iklan yang mengajak teman-temannya untuk ikut berdonasi. Hingga akhirnya ibu dua anak ini telah mengirimkan lebih dari 30.000 face shield ke seluruh Indonesia. Dia dan sepuluh perajinnya mampu memproduksi seribu face shield per harinya.

“Aku memiliki banyak teman yang membantu garda depan. Kadang-kadang aku nebeng Hercules (pesawat) dari company-nya temen aku ke Wamena. Seringkali juga pengiriman ke Aceh, Medan, atau ke daerah lain,” tutur wanita kelahiran Medan tersebut.

Di tengah kesibukan barunya menggalang donasi, Ola tetap menerima permintaan untuk menyelenggarakan pesta, terutama dari teman-teman dekatnya. Gelaran pesta itu dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Saat bertugas, dia memastikan para krunya telah menjalani pengecekan kesehatan, memakai masker dan face shield serta tetap menjaga jarak dengan yang lain.

Peluang bisnis

Suatu saat, Ola mengalami pengalaman yang tak menyenangkan. Paket donasi yang dibagikannya secara gratis justru 'bocor' dan dijual oleh oknum tertentu. Sejak itu, dia lalu memutuskan menjual face shield untuk penggunaan pribadi  (personal use). Ola memutuskan menjajakan produknya secara daring melalui platform marketplace Tokopedia mulai April silam.

Keputusannya untuk menjual face shield juga disebabkan oleh banyaknya permintaan dari teman-teman dekat.

“Teman-teman aku ke supermarket ingin punya face shield. Akhirnya aku bikin karena banyak permintaan,” ungkap perempuan berambut sebahu ini.

Saat ini, Ola menjual dua jenis face shield, yaitu ukuran anak-anak dan dewasa dengan varian warna yang berbeda. Dia menetapkan minimal pembelian produk sebanyak lima buah mempertimbangkan ukuran dus pengiriman yang digunakan. Untuk menjamin kenyamanan, perusahaannya menggunakan plastik mika kualitas tinggi.

“Bahagia dan terharu sekali karena semua orang senang dengan face shield-nya. Bahkan dokter-dokter juga menyampaikan terima kasih karena face shield-nya sangat nyaman dipakai. Jadi dokter-dokter merekomendasikan face shield dari kami, sebab banyak yang donasi (face shield) murah, tapi tidak nyaman saat dipakai,” katanya.

Ola Harika termasuk beruntung. Produk Alat Pelindung Diri (APD) ciptaannya laris manis di pasaran. Bahkan, pemesanan makin meningkat ketika menjelang Hari Raya Idulfitri. Produksi face shield justru menopang penghasilannya yang berkurang karena sepinya permintaan dari klien untuk merencanakan pesta.

Hingga kini, LittleThoughts Planner telah menjual lebih dari 7.000 face shield melalui Tokopedia dengan harga dari Rp50.000 hingga Rp60.000 per buahnya. Selama dua bulan berjualan, ia telah meraup omzet lebih dari Rp400 juta.

Dalam beberapa hari terakhir, Ola mengaku kewalahan memenuhi permintaan yang masuk melalui Tokopedia. Beberapa waktu lalu ia sempat menerima hingga 600 pesanan dalam dua hari saja. Apalagi, Ola juga ikut terlibat dalam produksi face shield.

“Pesanan yang masuk dari Tokopedia aku kerjakan sendiri. Memang ada satu tim di gudang bertugas menyiapkan semua barang. Tapi, aku ikut packing dan dekor,” ujar Ola.

Ola berencana menambah varian face shield baru yang terbuat dari bahan akrilik. Tak hanya itu, inovasi pakaian APD yang stylish dan masker warna-warni pun terlintas di pikirannya. Ola juga ingin berkolaborasi dengan desainer lokal untuk memproduksi face shield.

Wanita berparas cantik ini juga menyisihkan sebagian penghasilannya untuk para kru maupun mitra pekerja lepasnya yang mengalami kesulitan keuangan akibat wabah coronavirus. Dia beralasan, banyak pekerja di bidang penyelenggara pesta yang selama ini bekerja sama dengannya yang tak mendapat penghasilan karena bisnis yang terhambat.

Ola pun senantiasa berdoa agar vaksin coronavirus dapat ditemukan dan perekonomian yang terpukul dapat pulih kembali.

“Aku bersyukur banget karena gak semua orang bisa dapat kesempatan jualan di era pandemi seperti aku dan dapat menghasilkan juga buat orang lain,” ujarnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

@littlethoughtsplanner PEDULI JUMAT BAROKAH... #Dalam beberapa hari ini, aku juga mendapat dm dan berbagai laporan mengenai kebutuhan dan kekurangan APD di berbagai RS di seluruh Indonesia. Kondisinya memprihatinkan, ada yang harus menggunakan jas hujan atau bahkan tidak menggunakan apa pun. Padahal, mereka sedang memerangi virus yang berbahaya dan mematikan. . . Yuk, kita sisihkan sebagian kecil rezeki kita untuk berdonasi keperluan APD para tenaga medis. Dengan hanya membayar biaya produksi APD saja, semoga kita bisa membantu pemerintah untuk menyelesaikan masalah besar yang sedang kita hadapi bersama-sama ini. . Terima kasih ga lupa aku ucapkan lagi-lagi untuk teman-teman yang sudah berdonasi. Semoga kebaikan teman-teman akan dibalas dengan pahala yang tak ternilai. ????

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ola Harika (@olaharika) pada

Kementerian Perindustrian sendiri telah melakukan pemetaan terhadap sektor-sektor industri yang terdampak Covid-19.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan hampir semua sektor industri terkena dampak penyebaran Covid-19. Namun, sejumlah sektor mengalami permintaan yang tinggi. Antara lain, industri APD, makanan dan minuman, farmasi dan fitofarmaka, alat kesehatan dan etanol, serta masker dan sarung tangan.

APD juga disebut sebagai salah satu industri dalam negeri yang memiliki kemampuan untuk mendukung penanganan Covid-19. Industri ini memiliki kapasitas produksi sebesar 18,3 juta buah per bulan. Demikian juga dengan industri farmasi dan obat yang menghasilkan obat chloroquine dengan kapasitas 2,9 juta tablet per bulan, vitamin C dengan kapasitas produksi 18 juta tablet per bulan, dan suplemen bahan alam sebanyak 72 juta kapsul per bulan.

Kapasitas Industri Dalam Negeri dalam Mendukung Penanganan Covid-19 per April 2020 (Sumber : Kemenperin).
Sektor Industri  Jumlah Perusahaan Kapasitas Industri per bulan   
Alat Pelindung Diri (APD) 36 18.478.500  buah
Obat Chloroquine  5  2.900.000 tablet
Vitamin C   8  18.000.000 tablet
Suplemen Bahan Alam 16  72.000.000 kapsul
Sarung Tangan Karet 6    8.600.000 buah
Masker       34  330.150.000 buah
Ethanol  7     20.400.000 liter
Hand Sanitizer       104  16.400.000 Liter

Sementara itu, menurut Agus, sektor yang mengalami hard hit yakni industri otomotif, industri besi baja, industri pesawat terbang dan MRO, kereta api dan galangan kapal, industri semen, keramik, kaca, industri regulator, peralatan listrik, dan kabel. Begitu juga industri elektronika dan peralatan telekomunikasi, industri tekstil, industri mesin dan alat berat, serta industri mebel dan kerajinan. Untuk yang terdampak moderat, yakni industri petrokimia dan industri karet. 

CEO dan Founder LittleThoughts Planner Ola Harika Rachman meraih untung dari produksi face shield. Alinea.id/Dwi Setiawan.

Berita Lainnya