sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Citi Indonesia membukukan laba bersih Rp869 miliar di kuartal III-2021

Citi Indonesia berhasil bangkit kembali dari kinerja bisnisnya di kuartal sebelumnya.

Asyifa Putri
Asyifa Putri Jumat, 26 Nov 2021 09:10 WIB
Citi Indonesia membukukan laba bersih Rp869 miliar di kuartal III-2021

Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) membukukan Laba Bersih sebesar Rp869 Miliar pada triwulan ketiga pada 2021. Di mana, pencatatan ini lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, terutama karena menurunnya pendapatan dari transaksi perdagangan dan pendapatan bunga bersih. 

Meski demikian, Citi Indonesia berhasil bangkit kembali dari kinerja bisnisnya di kuartal sebelumnya. Hal ini terlihat dari pencatatan laba bersih mandiri selama kuartal ketiga 2021 yang mencapai Rp408 miliar, atau lebih tinggi Rp543 miliar dibandingkan dengan pencatatan di kuartal kedua. Hal tersebut dikarenakan pencadangan kredit yang lebih rendah. 

Lebih lanjut, pembukuan laba bersih ini ditopang oleh biaya credit impairment dari Citi Indonesia yang tetap stabil dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan cadangan credit impairment di lini institutional banking yang berasal dari satu klien korporasi dan berhasil di offset oleh penurunan cadangan credit impairment di lini consumer banking.

Selain itu, Citi Indonesia juga mencatatkan gross NPL yang sebesar 3,3% yang meningkat dari 2,8% dari tahun lalu, di mana hal ini sejalan dengan kualitas kredit dari satu klien korporasi. Citi Indonesia yakin kualitas portfolio kreditnya akan tetap dalam kondisi baik karena penerapan asas kehati-hatian dalam manajemen resiko untuk mengatasi dampak dari pandemi. Sementara itu, perusahaannya juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit, dengan menjaga rasio Net NPL tetap rendah, yaitu sebesar 0,9%.

Sebagai informasi, Citi Indonesia memiliki likuiditas yang sangat baik dengan Lending to Deposit Ratio (LDR) sebesar 62,5% dan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 26,7%, meningkat dari 26,5% dari periode yang sama tahun lalu.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, Citi Indonesia akan berkomitmen dan optimis untuk terus meningkatkan kondisi bisnis mereka. 

"Kami telah berhasil melakukan berbagai terobosan dan inovasi di sisi institusional maupun consumer banking. Ke depannya, kami juga akan terus bertransformasi secara digital dan memutakhirkan berbagai layanan perbankan digital kami," lanjutnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/11).

Sementara Lini Banking, Capital Markets and Advisory (BCMA) telah berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 14% hingga kuartal ketiga 2021 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini didorong oleh pertumbuhan yang kuat dari setiap segmen.

Sponsored

Lalu, Top Tier Local Corporates and Public Sector Group berkontribusi dalam mendukung berbagai kesepakatan dan transaksi besar, termasuk aksi korporasi, pinjaman sindikasi, dan pasar modal. Kemudian Financial Institutions Group, yang melayani nasabah lembaga keuangan juga akan terus memberikan kinerja positif terutama dari bisnis kas manajemen, trade financing/services, nilai tukar, suku bunga, dan kustodian.

Global Subsidiaries Group terus membukukan pertumbuhan dan peningkatan pangsa pasar pada segmen MNC di tengah-tengah kondisi pasar yang menantang. Hal ini tercapai melalui beragam inisiatif, termasuk Asia-ke-Asia yang menigkat 17% sampai akhir kuartal ketiga 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total pertumbuhan kredit sebesar 21% dibandingkan akhir 2020.

Selama Q3-2021, Commercial Bank membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 24%, di mana sejalan dengan pertumbuhan kredit sebesar 14%. Dengan meningkatnya aktivitas nasabah dan perubahan perilaku yang masih berlanjut, maka Commercial Bank akan terus berupaya memberikan pelayanan perbankan digital, serta produk-produk dan solusi manajemen kas yang mendorong efektifitas dan efisiensi. 

Selanjutnya, di Retail Bank, Citi Indonesia dengan bangga telah berpartisipasi sebagai mitra distribusi Sukuk Ritel SR015 yang ditawarkan secara daring. Lebih dari itu, perusahaan ini juga berpartisipasi dalam peluncuran Obligasi Negara Republik Indonesia seri benchmark, yaitu FR090, FR091 dan FR092 pada bulan Juli 2021 untuk semakin melengkapi rangkaian produk yang ditawarkan oleh Citi. Dengan rendahnya suku bunga saat ini, Citi Indonesia akan selalu merekomendasikan para nasabah untuk melakukan diversifikasi asset, yakni ke produk yang dapat memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.

Hingga September 2021, Citi Indonesia juga berhasil meningkatkan transaksi investasi digitalnya menjadi 59%, berkembang sebesar 70% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumya. Hal ini menjadi salah satu peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis wealth management di tengah pandemi COVID-19.
 

Berita Lainnya