logo alinea.id logo alinea.id

Duck King siap merambah Asean

Pada proses penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO), emiten berkode DUCK ini menawarkan sebanyak 513,33 juta saham

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 10 Okt 2018 16:47 WIB
Duck King siap merambah Asean

PT Jaya Bersama Indo Tbk. (DUCK) sebagai pemilik merek The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke 43 sepanjang 2018 ini.

Pada proses penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO), emiten berkode DUCK ini menawarkan sebanyak 513,33 juta saham dengan harga Rp505 per saham. Dengan demikian dana yang diperoleh dari hajatan ini sebesar Rp 259,2 miliar.

Sebanyak 80% dana hasil IPO akan dipergunakan untuk ekspansi bisnis, membuka gerai baru dan merenovasi gerai yang ada. Sedangkan sisanya dipergunakan untuk modal kerja.

Direktur Jaya Bersama Indo Dewi Tio mengatakan, beberapa gerai baru akan dibuka di daerah Jawa, Bali, Sulawesi, dan Sumatra. Adapun di luar negeri, perseroan akan melakukan ekspansi di wilayah Asia Tenggara di antaranya, Vietnam, Kamboja dan Myanmar.

"PT Jaya Bersama Indo dengan merek Duck King menjadi perusahaan restoran asli Indonesia yang mencatatkan sahamnya di BEI dan mencoba untuk dibawa ke luar negeri," kata Dewi saat konferensi pers di Gedung BEI, Rabu (10/10).

Terhitung 12 bulan dari sekarang pihaknya berencana membangun 12 gerai baru The Duck King. "Di domestik total dengan luar negeri tambahannya 12 gerai," ujarnya.

Adapun manajemen DUCK menargetkan project shop untuk revenue di 2018 naik menjadi Rp617 miliar dimana tahun lalu hanya Rp 538 miliar. "Kami percaya dengan penambahan gerai ini penambahan revenue sebesar 14,68% ini akan tercapai," imbuhnya.

Sementara itu, menanggapi volatilitas rupiah saat ini, Jaya Bersama Indo mengaku tidak ada pengaruhnya. "Walaupun komponen ada yang impor. Tetapi yang impor bukan kami.  Walaupun ada kenaikan, tetapi karena jumlah volume yang diambil itu besar, kita tetap mendapat harga bagus," jelasnya.

Sponsored

Sebagai informasi, pada 2017 perseroan berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 23,4% dari Rp436 miliar pada 2016 menjadi sebesar Rp538 miliar. Adapun EBITDA naik 118,2% dari Rp62 miliar pada 2016 menjadi Rp134 miliar.

Margin EBITDA mencapai 24,9%. Sedangkan net margin sebesar 13,5 persen dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 72 miliar.

Total aset meningkat 18,3% dari Rp447 miliar pada 2016 menjadi Rp 529 miliar pada 2017. Total ekuitas naik 32% dari Rp 241 miliar pada 2016 menjadi Rp 318 miliar pada  2017. Total kewajiban naik 2,3% dari Rp 206 miliar pada 2016 menjadi Rp 211 miliar pada 2017.
 

 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB
Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Kamis, 18 Apr 2019 14:48 WIB