sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dukung perluasan penggunaan B20, pemerintah siapkan insentif

Insentif yang akan diberikan dalam bentuk dana. Namun BPDPKS belum menjelaskan lebih lanjut apakah berbentuk subsidi atau tunai

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 20 Agst 2018 10:47 WIB
Dukung perluasan penggunaan B20, pemerintah siapkan insentif

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyiapkan insentif guna mendukung perluasan penggunaan biodiesel B20.

Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami, menerangkan, adanya insentif diharapkan mampu menyerap kelebihan penawaran produk minyak sawit.

 BPDPKS merupakan adalah lembaga yang merupakan unit organisasi noneselon di bidang pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Sekretaris Jenderal.

“Kami telah menyiapkan dana untuk perluasan segmen Mandatori Biodiesel B-20 yang diharapkan mampu menyerap kelebihan penawaran produk sawit di pasaran,” ujarnya dalam seminar bertajuk “Menguatkan Pondasi Kelembagaan BPDPKS untuk Mendukung Sawit Indonesia yang Berkelanjutan, Mengurangi Angka Kemiskinan, dan Mewujudkan Kesejahteraan” di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/8).

Untuk diketahui, pemerintah berencana menerapkan kebijakan untuk memperluas penggunaan bahan bakar dengan campuran 20% biodiesel (B20), baik untuk penggunaan pada Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO.

Implementasi mandatori B-20 ini merupakan salah satu upaya untuk menghemat devisa negara. 

BPDPKS telah memberikan insentif atas penyaluran 2,3 juta kilo liter biodiesel selama 2017. Kemudian, sampai dengan semester I-2018, BPDPKS telah memberikan insentif atas penyaluran 1,1 juta kilo liter biodiesel.

Ada dua manfaat yang bisa diperoleh dari program mandatori biodiesel. Pertama, mendukung kebijakan energi baru dan terbarukan, melalui bauran energi Indonesia yang akan mendorong terciptanya ketahanan energi nasional. Kedua, mendukung terciptanya stabilisasi harga crude palm oil (CPO), melalui pengaruh pengendalian permintaan dan penawaran sawit dan produk turunannya.

Sponsored

"Program mandatori biodiesel diharapkan juga menjadi solusi mengatasi kelebihan pasokan sawit akibat menurunnya ekspor CPO karena tensi pasar global yang sedang tinggi," paparnya. 

Pada Mei 2018 produksi CPO tercatat 4,24 juta ton atau naik 14% dibandingkan April 2108 yang hanya 3,72 juta ton.

Kelebihan pasokan dimungkinkan untuk diserap melalui program biodiesel karena saat ini utilisasi produksinya baru mencapai 30% atau setara 3,5 juta kilo liter per tahun dari total kapasitas terpasang. 

"Ini menunjukkan serapan produksi biodiesel domestik sangat mungkin untuk ditingkatkan,” jelas Dono. 
 

Berita Lainnya

ICW: Tuntutan 11 Tahun Juliari Sangat Rendah

Kamis, 29 Jul 2021 18:48 WIB

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB