close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Pegawai berjalan di Bank Syariah Indonesia (BSI) usai diresmikan di Jakarta, Senin (1/2/2021). Foto Antara/Dhemas Reviyanto
icon caption
Pegawai berjalan di Bank Syariah Indonesia (BSI) usai diresmikan di Jakarta, Senin (1/2/2021). Foto Antara/Dhemas Reviyanto
Bisnis
Kamis, 18 Agustus 2022 17:51

Ekspansi bisnis, BSI segera right issue 6 miliar saham seri B

"Saham baru tersebut juga akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal."
swipe

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) berencana melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) I atau right issue pada kuartal IV-2022. Nantinya, akan diterbitkan 6 miliar saham baru Seri B dengan nominal Rp500 per lembar saham.

"Saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Saham baru tersebut juga akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal, termasuk hak atas dividen dengan saham Seri B perseroan lainnya yang telah ditempatkan dan disetor," ujar Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, dalam keterangan resminya, Kamis (18/8).

Right issue ini ditujukan untuk mendukung ekspansi pertumbuhan BSI, baik secara organik atau anorganik. Perseroan sendiri memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan dengan compound annual growth rate (CAGR) di atas 15% hingga tahun 2025.

"Untuk mendukung rencana tersebut, BSI membutuhkan tambahan permodalan (ekuitas) agar capital adequacy ratio (CAR) perseroan dapat mencapai di atas 20% pada akhir tahun 2025," imbuh Cahyo.

CAR BSI saat ini berada di kisaran 17%. Hal tersebut juga sesuai average CAR top 10 national bank dan menjaga level of comfort market. Ekspansi pertumbuhan BSI tersebut sejalan dengan visi perseroan untuk menjadi top 10 global sharia bank.

Di sisi lain, BSI akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022 dengan agenda meminta persetujuan rencana rights issue tersebut. Adapun ketentuan-ketentuan penambahan modal HMETD I, termasuk harga pelaksanaan dan jumlah final atas saham baru yang diterbitkan, akan diungkapkan dalam prospektus yang hendak diterbitkan pada waktunya sesuai peraturan perundang-undangan.

Cahyo menegaskan, seluruh dana yang diterima dari PMHMETD I, termasuk setelah dikurangi dengan biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran terkait emisi saham baru, akan digunakan BSI untuk penyaluran pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

"Dengan rencana rights issue ini, BSI akan memiliki kecukupan modal yang baik dengan CAR dapat tetap terjaga di kisaran 20% dan penambahan probability yang optimal bagi pemegang saham dengan proyeksi dan return on equity (ROE) di atas 20% dalam waktu menengah hingga jangka panjang," tuturnya.

Persentase kepemilikan saham atas perseroan akan terdilusi hingga maksimal 12,73% jika pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya.

Lebih lanjut, Cahyo mengklaim, BSI–sebagai salah satu institusi perbankan berdasarkan prinsip syariah di Indonesia–mampu menorehkan kinerja yang cukup baik di tengah situasi yang menantang akibat pandemi Covid-19. Dirinya lantas memaparkan indikator keuangan dan kinerja perseroan.

"Seluruh indikator keuangan BSI pun memiliki kinerja yang cukup optimal. Pada triwulan I-2022, BSI menorehkan capaian positif dengan membukukan laba bersih mencapai Rp987,68 miliar atau naik 33,18% secara year on year (yoy). Melalui raihan tersebut, BSI semakin siap berlari dan optimistis meraih pertumbuhan berkelanjutan di masa datang," paparnya.

Per triwulan I-2022, BSI tercatat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp177,51 triliun atau tumbuh 11,59% (yoy). Jumlah  ini terdiri dari pembiayaan consumer yang tumbuh 20,73%, pembiayaan mikro tumbuh 22,42%, dan gadai emas tumbuh 8,96%. Capaian tersebut didukung pembiayaan sehat dengan rasio non-performing financing (NPF) net sebesar 0,9%.

Ditinjau dari sisi aset, BSI kini ada di peringkat 7 nasional sekaligus menjadi bank syariah terbesar di Indonesia. Sedangkan dari sisi pembiayaan, BSI menduduki peringkat 6 nasional.

"Jika dari sisi jaringan, BSI saat ini didukung oleh lebih dari 1.500 outlet dan lebih dari 2.500 jaringan ATM yang tersebar di seluruh Indonesia," pungkas Cahyo.

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan