sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Fokus bisnis BCA Syariah-Rabobank setelah merger

Merger akan dilakukan setelah proses akuisisi Rabobank oleh BCA selesai.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 28 Agst 2020 19:10 WIB
Fokus bisnis BCA Syariah-Rabobank setelah merger
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) berencana menggabungkan atau merger dua perusahaan, yaitu Rabobank Indonesia dengan BCA Syariah. Penggabungan dilakukan setelah proses akuisisi Rabobank selesai, akhir tahun ini 

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim mengatakan, merger tersebut bertujuan untuk membesarkan bisnis syariah baik secara organik dan anorganik. Dia pun membantah aksi yang dilakukan untuk menyaingi beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang banyak melakukan merger serupa dalam beberapa waktu terakhir.

"Enggak lah, ya. BCA Syariah asetnya di kisaran Rp8 triliun, dibandingkan BUMN kami jauh lebih kecil. Paling tidak kami pikirkan bagaimana bisa membesarkan bisnis syariah baik organik dan anorganik," katanya dalam Public Expose secara virtual, Jumat (28/8).

Vera menuturkan, penggabungan dua entitas perusahaan ini dinilai baik untuk perkembangan bisnis BCA Syariah ke depan, mengingat modal Rabobank yang cukup baik yaitu senilai Rp384 miliar. Sementara BCA Syariah sendiri memiliki modal sebesar Rp2,4 triliun.

"Modalnya Rabobank itu cukup bagus, kami perkirakan modalnya di Juni Rp384 miliar," ujarnya.

Dengan merger kedua perusahaan tersebut, maka modal usaha BCA Syariah akan mendekati Rp2 triliun. Namun demikian, Vera mengatakan belum ada rencana perusahaan hasil gabungan dua entitas ini untuk melantai di bursa saham atau initial public offering (IPO) pascamerger nanti.

BCA juga telah menambahkan modal ke BCA Syariah sebesar Rp1 triliun untuk fokus pada pengembangan bisnis komersial Usaha Kecil Menengah (UKM) digital dan ritel.

"Market syariah besar. Syariah salah salah satunya yang kami kembangkan adalah layanan digital. Ada kesempatan, terutama untuk segmen komersial dan UKM," tuturnya.

Sponsored

Saat ini BCA fokus untuk menyelesaikan proses akuisisi Rabobank Indonesia dengan memproses permohonan persetujuan akuisisi dari regulator. BCA yakin proses akuisisi ini dapat selesai di bulan September 2020. Sekedar informasi, akuisisi Rabobank Indonesia telah mendapat persetujuan dari pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BCA pada Juli 2020. 

"Dapat kami sampaikan, setelah proses akuisisi selesai, proses merger BCA Syariah dan Rabobank Indonesia baru akan berjalan. BCA Syariah akan menjadi surviving entity pascamerger," ucapnya.

 

Berita Lainnya