logo alinea.id logo alinea.id

Genjot produksi, Arkha Jayanti cari dana lewat IPO

PT Arkha Jayanti Persada Tbk. akan meningkatkan produksi alat berat.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 10 Jul 2019 13:42 WIB
Genjot produksi, Arkha Jayanti cari dana lewat IPO

PT Arkha Jayanti Persada Tbk. yang bergerak di bidang teknik dan manufaktur alat-alat berat untuk berbagai alat industri mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/7). Emiten yang mendapat kode ARKA ini menjadi emiten ke-30 yang tercatat di bursa pada 2019.

Dalam initial public offering (IPO) ini, Arkha Jayanti melepas 500 juta saham baru atau setara 25% modal disetor dan ditempatkan perseroan dengan harga Rp236 per lembar saham. 

Nantinya, dengan penawaran umum ini perseroan akan mendapatkan dana sejumlah Rp118 miliar yang akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja perseroan berupa pembelian bahan baku dan bahan pembantu.

Direktur Utama ARKA Dwi Hartanto mengatakan pihaknya menargetkan kenaikan kapasitas produksi karoseri hingga 70%. Saat ini, kapasitas produksi karoseri ARKA sebesar 5.000 ton per tahun. Dwi pun mengatakan perseroan tahun ini menargetkan kontrak dengan BUMN karya.

"Yang terdekat itu bisa deal proyek pembangunan pipeline PT Pertamina di Bojonegoro, mereka menawarkan Rp500 juta. Tetapi kami harus menerima (proyek) sesuai cash flow, mungkin kami ambil sekitar Rp150 juta," ujar Dwi di gedung BEI, Rabu (10/7).

Sementara, Dwi mengatakan pihaknya juga sudah memiliki perjanjian kerja sama regular fabrikasi alat berat dengan Komatsu.

"Kalau anda lihat eskavator, seperti bucket, anda tinggal pasang. Kami yang bikin bodinya," kata Dwi.

Dwi melanjutkan, dari unit usaha ARKA tahun ini, porsi antara proyek dan alat berat masih seimbang. Sedangkan untuk tahun depan, Dwi melihat porsi tersebut akan lebih besar ke proyek. 

Sponsored

"Kami hanya membagi target, karena alat berat tidak bisa digenjot berdasarkan permintaan. Kalau di infastruktur tergantung kemampuan finansial kita," ujar Dwi.

Saat pembukaan perdagangan hari ini, saham ARKA mengalami kenaikan sebesar 50% ke level Rp354 dari harga penawaran Rp236. Saham ARKA diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak tiga kali transaksi, dengan volume 116 lot dan dengan nilai Rp4,11 juta.