logo alinea.id logo alinea.id

Gojek siap merambah Asean akhir tahun 2018

Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring, Go-Jek, menargetkan ekspansi atau mengembangkan jaringannya ke wilayah Asia Tenggara

Sukirno
Sukirno Senin, 25 Jun 2018 22:03 WIB
Gojek siap merambah Asean akhir tahun 2018

Penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi daring, Go-Jek, menargetkan ekspansi atau mengembangkan jaringannya ke wilayah Asia Tenggara pada akhir tahun 2018.

SVP Public Policy and Government Relations PT Gojek Indonesia atau PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, Malikulkusno Utomo, mengatakan, Go-Jek siap merambah empat negara seperti Fhilipina, Thailand, Vietnam dan Singapura.

"Kami sudah menyiapkan infrastrukturnya, saat ini hanya tinggal mengembangkan saja. Rencana kami target sampai akhir tahun ini sudah bisa ekspansi ke beberapa negara tersebut," kata dia di Surabaya, dilansir Antara, Senin (25/6).

Malikulkusno yang ditemui usai kegiatan Halalbihalal dengan ratusan mitra Go-Jek di pelataran Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, mengatakan mekanisme ekspansi akan segera diumumkan tahun ini. Salah satunya bisa dengan mengajak pemegang kebijakan transportasi lokal negara setempat.

Selain itu, kata dia, produk nama juga akan diumumkan segera, apakah tetap menggunakan nama Go-Jek atau berubah sesuai dengan nama masing-masing negara yang menjadi tujuan kerja sama.

"Ini masih kami susun formulasinya. Dan tidak akan lama lagi ekspansi akan kami lakukan ke beberapa negara Asia Tenggara," katanya.

Sedangkan untuk Indonesia, Malikulkusno mengatakan sampai akhir 2018 akan mengembangkan hingga 34 provinsi, dari per hari ini, total sudah berada di 62 kota 17 provinsi.

"Insya Allah tahun ini kami akan mengembangkan ke 34 provinsi. Tentunya dengan melihat potensi transportasi lokal. Tujuannya, untuk mengembangkan ekonomi daerah," katanya.

Sponsored

Acara Halalbihalal yang dipusatkan di Surabaya, digelar sebagai penghargaan kepada mitra Go-Jek di kota itu. Sebab, hadirnya transportasi berbasis daring telah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Surabaya, baik para pengguna maupun para mitra yang telah terbantu dengan hadirnya berbagai layanan aplikasi.

Dia mengatakan, sesuai penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) akhir 2017, Go-Jek berkontribusi sebesar Rp192 miliar per tahun ke perekonomian Surabaya melalui penghasilan mitra pengemudi, dan Rp49 miliar per tahun melalui penghasilan mitra UMKM.

"Pencapaian ini tidak terlepas dari para mitra yang telah tumbuh bersama kami dalam membawa misi untuk terus berbagi kebaikan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Dia berharap, Go-Jek bisa terus membantu sektor informal dan UMKM di Indonesia, dan berkomitmen meningkatkan perekonomian di setiap kota yang dituju, serta berkolaborasi dengan pemerintah untuk dapat mewujudkannya.