sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Google luncurkan Gapura Digital bantu UMKM Indonesia

Google akan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar dapat memaksimalkan strategi pemasaran.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Minggu, 14 Jul 2019 20:36 WIB
Google luncurkan Gapura Digital bantu UMKM Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Public Policy and Goverment Relation Manager Google Indonesia, Ryan Rahardjo, menyebut nilai transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp77,7 triliun pada 2018. Angka ini meningkat 151% dari tahun sebelumnya Rp30,94 triliun.

Karena itu, Ryan menilai, produk usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dituntut dapat menjual dagangannya secara digital. Hal ini sebagai upaya UMKM dapat memasarkan produknya secara luas.

Sebagai raksasa mesin pencari, Google saat ini memiliki sejumlah fitur dan program baik online maupun offline untuk membantu pelaku UMKM memasarkan produknya.

Google meluncurkan program Gapura Digital yang akan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar dapat memaksimalkan strategi pemasarannya di internet. 

“Caranya mudah, tinggal masuk ke google dan ketik gapura digital. Gapura digital memilki arti gerakan pelaku usaha rakyat berbasis digital. Siapa saja bisa ikut,” kata Ryan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (14/7).

Terdapat empat kelas yang bisa diikuti, yaitu siap digital untuk pelatihan dasar bisnis digital, andal digital untuk pelatihan berbagai topik yang mendalam. Selanjutnya, kelas berbagi yaitu kelas khusus dari google untuk berbagi bersama, dan kelas womenwill kelas khusus untuk pengusaha wanita. 

"Kelas ini gratis, untuk Sabtu dan Minggu. Setiap kelas hanya dua jam saja," ucapnya.

Saat ini, kata Ryan, kelas Gapura Digital telah tersebar di 14 kota. Itu antara lain di Bandung, Denpasar, Jakarta, Makassar, Malang, Medan, Padang, Palembang, Pontianak, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Sponsored

"Kami akan terus kembangkan kelas di berbagai wilayah di Indonesia," katanya.

Lain halnya dengan Google, Titipku.com sebuah aplikasi untuk membantu digitalisasi UMKM Indonesia melalui penjelajah juga turut andil dalam memasarkan produk UMKM. Untuk memasarkan UMKM, para pedagang dapat mendaftarkan diri di platform tersebut. Berbeda dengan platform lainnya, Titipku.com hanya menerima UMKM dengan produk asli Indonesia.

“Artinya, yang boleh masuk itu harus UMKM Indonesia. Sedangkan yang dropship produk-produk impor luar negeri kita tidak terima," ujar CEO Titipku, Henri Suhardja.

Selain itu, dalam platform Titipku.com para pembeli juga dapat mengenali pelaku UMKM atau penjual tersebut. "Kalau kita lihat di marketplace lain cuma tahu produknya saja. Tapi di Titipku.com itu ada profil penjualnya, lengkap," kata Henri.

Henri menyebut, sejak diluncurkan pada 2017 hingga saat ini sudah ada 11.000 UMKM yang terdaftar di Titipku.com. Mayoritas UMKM yang terdaftar berasal dari Jawa. Adapun produk yang dijual masih dominan makanan dan minuman, fesyen, dan kerajinan tangan.

"Target kami hingga 2020 dapat mencapai 1 juta UMKM yang daftar di Titipku.com. Tak hanya di Jawa, tapi dari Aceh hingga Papua," ucap Henri.

Berita Lainnya