logo alinea.id logo alinea.id

Hotel Sahid International (SHID) bidik pertumbuhan 20% tahun ini

PT Hotel Sahid International Tbk. (SHID) akan melakukan peremajaan dan penambahan bangunan hotel.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 28 Jun 2019 20:05 WIB
Hotel Sahid International (SHID) bidik pertumbuhan 20% tahun ini

PT Hotel Sahid International Tbk. (SHID) menargetkan pertumbuhan pendapatan pada tahun 2019 hingga 20% dari tahun sebelumnya. Pada 2018 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp189,82 miliar.

Direktur Independen Sahid International Dyah Tri Anjayani mengatakan untuk dapat mencapai target tersebut, perusahaan akan melakukan peremajaan dan menambah pembangunan hotel.

“Kami sudah anggarkan Rp10 miliar untuk renovasi,” katanya di Hotel Grand Sahid, Jumat (28/6).

Selain itu, ia juga mengatakan, pada tahun 2019 manajemen Sahid International akan melakukan diversifikasi produk untuk menjaga tingkat hunian hotel, memaksimalkan paket Meeting, Incentives, Convention, and Exhibitions (MICE) dan menyeimbangkannya dengan bisnis pemerintah.

“Pertumbuhan laba bersih kami targetkan sebesar 3,5%,” tuturnya. 

Tidak hanya sampai di situ, Dyah juga menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan sejumlah paket penawaran menarik akhir pekan bagi konsumen, serta membangun kerja sama dengan sejumlah travel agent.

Hanya saja, katanya, peningkatan pertumbuhan pendapatan baru akan terlihat hasilnya pada semester II-2019.


“Tapi pada umumnya semester pertama perhotelah cenderung turun, semester kedua baru ada peningkatan,” ucapnya.

Sponsored

Dyah menambahkan, Sahid International juga akan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk menyasar pasar e-commerce, dengan memaksimalkan website dan sosial media yang dimiliki.

Kinerja 2018

Sementara, Sahid membukukan pendapatan sebesar Rp189,82 miliar atau naik 12,16% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp169,23 miliar. 

"Peningkatan pendapatan di Hotel Sahid karena momen pemilu, ajang internasional Asian Games dan Asian Paragames di Jakarta," kata Dyah.

Pertumbuhan positif juga terlihat dari kenaikan laba kotor perusahaan sebesar 5,29% menjadi Rp147,75 miliar di tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2017 yang hanya mencapai Rp 1,47 miliar. 

Laba tahun berjalan perusahaan tahun 2018 juga mengalami peningkatan 17,75% menjadi Rp1,72 miliar, dari Rp1,45 miliar di tahun 2017.

Namun demikian, total aktiva perusahaan mengalami penurunan 1,02% atau sejumlah Rp15 miliar, menjadi Rp1,5 triliun di tahun 2018 dari Rp1,52 triliun di tahun 2017.  

Di sisi lain, total Kewajiban perseroan juga turun 2,93% menjadi Rp555 miliar di tahun 2018, dari Rp571 miliar di tahun 2017.

Dyah Tri Anjani memaparkan pada akhir tahun 2018, gross operating profit perseroan meningkat 34% menjadi Rp57,29 miliar dari Rp42,73 miliar di tahun 2017. 

Dalam laporan kinerja sepanjang tahun 2018 juga disebutkan tingkat hunian rata-rata hotel SHID juga mengalami kenaikan dari 41,77% di tahun 2017, menjadi 43,09% di tahun 2018. 

Sedangkan untuk bisnis apartemen yang dikelola oleh Sahid Jaya di tahun 2018 mengalami penurunan pendapatan sebesar 5,37% menjadi Rp2,41 miliar dari Rp2,54 miliar di tahun 2017.

"Tahun 2018 unit apartemen membubuhkan laba bersih sebesar Rp1,58 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 14,72% dibandingkan dengan 2017 yang mencapai Rp1,9 miliar," kata Dyah.