close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
 Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Tamura Masami, Jumat (31/3). Foto Kedubes Jepang
icon caption
 Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Tamura Masami, Jumat (31/3). Foto Kedubes Jepang
Bisnis
Jumat, 31 Maret 2023 17:47

Indonesia dapat pinjaman 130,038 miliar yen untuk 2 proyek ini

Pinjaman yang mensyaratkan pengembalian oleh negara berkembang kepada Jepang ini, diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif.
swipe

Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Tamura Masami dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Abdul Kadir Jailani, menandatangani pertukaran nota atau E/N untuk pinjaman yen senilai 130,038 miliar yen.

Pinjaman itu untuk membantu pembangunan jalan tol akses yang menghubungkan pelabuhan Patimban dengan daerah sekitarnya dan dengan jalan tol yang sudah ada, di Provinsi Jawa Barat serta untuk pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) di Jabodetabek.

Pembangunan Mass Rapid Transit tersebut menerapkan special terms for economic partnership (STEP), untuk mengaplikasikan teknologi Jepang pada gerbong sehingga terjadi efisiensi demi penghematan energi.

"Pinjaman Yen adalah bentuk kerja sama Jepang berupa pemberian pinjaman ke negara berkembang dengan syarat lunak (suku bunga yang rendah dan masa pengembalian yang panjang), yang digunakan sebagai modal pembangunan infrastruktur dan sebagainya. Pinjaman yang mensyaratkan pengembalian oleh negara berkembang kepada Jepang ini, merupakan modal sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif dan mengarah pada pembangunan yang mandiri," papar Wakil Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Tamura Masami, dalam keterangan resminya, Jumat (31/3).

Dia pun mengungkapkan penggunaan pinjaman tersebut.

1. Perencanaan pembangunan Jalan Tol Akses Patimban (42,12 miliar yen)

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Jabodetabek, pelabuhan Patimban dikembangkan dengan skema pinjaman yen guna mengoptimalisasi logistik karena adanya ketidakseimbangan antara permintaan dengan pasokan kargo di pelabuhan internasional yang sudah ada.

Sejak Desember 2019, perusahaan lokal yang dibiayai perusahaan Jepang mulai mengoperasikan terminal kendaraan.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, kondisi permukaan jalan dan kemacetan yang terjadi pada jalan nasional yang sudah ada, menjadi tantangan yang harus segera diatasi sehingga pembangunan jalan tol akses ke Pelabuhan Patimban sangatlah penting.

Dengan memanfaatkan pinjaman yen, pembangunan jalan tol akses yang menghubungkan pelabuhan Patimban dengan jalan tol yang sudah ada, bertujuan untuk membantu memperbaiki jaringan infrastruktur lalu lintas terhadap peningkatan kepadatan lalu lintas serta mengoptimalkan fungsi pelabuhan Patimban yang diinisiasi baik oleh pemerintah maupun pihak swasta Jepang.

"Diharapkan hal ini dapat berkontribusi pada penguatan konektivitas antarwilayah dan pemberdayaan ekonomi wilayah tersebut," harap Wakil Duta Besar Jepang.

Suku bunga untuk pinjaman ini sebesar 1,05% (termasuk 0,01% untuk konsultan). Masa pengembalian selama 15 tahun, termasuk grace period/masa tenggang selama lim tahun.

2. Program Pembangunan MRT (Mass Rapid Transit) Fase 2 II (87,918 miliar yen)

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan pertambahan jumlah penduduk di Jabodetabek dan sekitarnya, polusi udara dari gas buang dan kerugian ekonomi yang disebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan menjadi tantangan besar.

Dengan memanfaatkan pinjaman yen, pembangunan perpanjangan jalur Utara-Selatan MRT yang sedang berjalan di Jabodetabek, bertujuan untuk memenuhi permintaan kebutuhan transportasi di Jabodetabek yang terus meningkat serta untuk mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan kemacetan, perbaikan iklim investasi, dan penguraian beban lingkungan.

Bantuan pinjaman yen untuk pembangunan perpanjangan dari jalur Utara-Selatan MRT fase I (70,021 miliar yen) diberikan pada November 2017. Pinjaman yen kali ini  merupakan fase II yang diberikan sesuai progres pembangunan, bertujuan membantu pembangunan dan pengendalian sistem operasi MRT secara bersinambungan.

Suku bunga pinjaman untuk proyek ini sebesar 0,1% (termasuk 0,01% untuk konsultan). Dengan masa pengembalian 40 tahun. Termasuk grace period/masa tenggang selama 10 tahun. Sementara syarat pengadaan terikat dengan Jepang.

img
Hermansah
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan