logo alinea.id logo alinea.id

Inflasi Mei diprediksi turun dari April 2019

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi inflasi pada bulan ini turun.

Soraya Novika
Soraya Novika Rabu, 29 Mei 2019 14:48 WIB
Inflasi Mei diprediksi turun dari April 2019

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan inflasi sepanjang Mei 2019 akan turun dibandingkan April 2019. Darmin enggan mengungkapkan perkiraan besaran tingkat inflasi. Akan tetapi, ia meyakini angkanya akan berada di bawah inflasi bulan lalu.

"Inflasi bulan ini pasti lebih rendah walaupun angkanya harus dilihat lagi," ujar Darmin di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (29/5). Menurut BPS, pada April 2019 inflasi mencapai 0,44%. 

Berbeda dengan data bulan lalu, Darmin memperkirakan inflasi kelompok bahan makanan bulan ini bakal menurun. Penurunan inflasi pada kelompok makanan ini menjadi penyebab utama penurunan inflasi keseluruhan.

"Karena yang tadinya bumbu-bumbu itu (inflasi) agak naik, sekarang itu kan sudah lebih rendah daripada bulan lalu. Mulai dari cabe, bawang-bawangan, bawang putih, kan bulan lalu itu naik," katanya.

Prediksi tersebut didukung oleh data survei inflasi terakhir yang dirilis Bank Indonesia minggu lalu. Menurut BI, inflasi di minggu keempat Mei 2019 tercata 0,47% secara bulanan atau menurun dari data minggu ketiga Mei 2019 yang sebesar 0,51%. Penurunan tersebut merupakan yang terendah dibanding periode Ramadan lainnya selama tiga tahun terakhir.

Penyebab penurunan inflasi tersebut juga berasal dari deflasi beberapa harga pangan, seperti beras, tomat, bawang merah, dan tiket angkutan udara yang tercatat turun sebanyak 0,01%.

Mengutip BPS, inflasi April 2019 sebesar 0,44% disumbang kelompok bahan makanan sebesar 1,45%, disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,19%, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,21%. 

Selanjutnya, kelompok sandang sebesar 0,15%, kelompok kesehatan sebasar 0,25%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03%, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,28%.

Sponsored