sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Inisiatif Hyperlocal Tokopedia tingkatkan penjualan UMKM lokal hingga 147%

Rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal lebih besar 5 kali lipat dibandingkan kota tanpa Hyperlocal pada 2017-2021.

Erlinda Puspita Wardani
Erlinda Puspita Wardani Senin, 12 Des 2022 20:16 WIB
Inisiatif Hyperlocal Tokopedia tingkatkan penjualan UMKM lokal hingga 147%

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga saat ini sudah berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kontribusi UMKM lokal terhadap PDB juga tercatat naik sejak tahun 2019 yakni 60,3%. Selain itu pemerintah juga menargetkan pertumbuhan wirausaha di Indonesia sebesar 4% pada 2024.

“UMKM lokal juga memegang peranan dalam peningkatan ekonomi digital, namun aktivitas ekonomi digital Indonesia saat ini masih terpusat di kota-kota besar. Sebagai gambaran, Jakarta menyumbang 17% terhadap PDB Indonesia,” ujar AVP of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Trian Nugroho dalam keterangan resminya, Senin (12/12).

Trian juga menyampaikan perlunya sinergi dari berbagai pihak untuk membantu UMKM di seluruh Indonesia. Sehingga, seluruh UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang, serta berkontribusi terhadap perekonomian.

“Hal ini yang melatarbelakangi Tokopedia untuk menghadirkan inisiatif Hyperlocal sejak tahun 2020,” ungkap Trian.

Lebih lanjut, hasil penelitian Tokopedia bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) berjudul ‘Analisis Dampak Program Hyperlocal Tokopedia terhadap Kondisi Bisnis Penjualan secara Daring, Ekonomi, dan Sosial Kota-Kabupaten Program Hyperlocal’, menunjukkan kontribusi inisiatif Hyperlocal Tokopedia untuk perekonomian digital di berbagai daerah.

“Rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal Tokopedia meningkat 147% pada 2020-2021 dibandingkan 2017-2019. Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta menjadi tiga kota dengan Hyperlocal Tokopedia yang memiliki indeks penjualan dan indeks omzet penjualan paling tinggi,” jelas Peneliti INDEF, Nailul Huda.

Ia merinci, peningkatan indeks penjualan dan indeks omzet penjualan untuk Surabaya, Bandung, Yogyakarta masing-masing adalah 194% dan 85%, 27% dan 100%, 148% dan 64%.

Menurutnya, riset ini menunjukkan rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal lebih besar 5 kali lipat dibandingkan kota tanpa Hyperlocal di tahun 2017-2021. Sedangkan indeks omzet penjualan di kota dengan Hyperlocal meningkat 67% pada periode 2002 -2021 dibandingkan 2017-2019.

Sponsored

“Di sisi lain, riset ini memotret kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi yang positif di berbagai kota dengan Hyperlocal Tokopedia, yang turut berkontribusi menjaga pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Surabaya (4,29%), Yogyakarta (5,09%), dan Semarang (5,16%) menjadi kota dengan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tertinggi dari tahun 2020-2021,” tandas Huda.

Sepanjang 2019 hingga 2021, rerata persentase pertumbuhan ekonomi di kota tanpa Hyperlocal tercatat sebesar 1,26%, sedangkan di kota dengan Hyperlocal Tokopedia angkanya lebih tinggi, yaitu 2,78%.

Sebagai informasi, inisiatif Hyperlocal mengusung teknologi geo tagging untuk mendekatkan penjual dengan pembeli di manapun mereka berada, sehingga pembeli bisa mendapatkan produk kebutuhan yang lebih beragam dengan lebih cepat dan efisien, serta UMKM di seluruh wilayah Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tanpa harus pindah ke kota besar.

Berita Lainnya
×
tekid