logo alinea.id logo alinea.id

Investor senang Jokowi menang

Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 versi quick count disambut positif oleh investor.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Selasa, 30 Apr 2019 21:27 WIB
Investor senang Jokowi menang

Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 versi quick count disambut positif oleh investor.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, keberlanjutan pemerintah merupakan salah satu hal yang membuat investor ingin berinvestasi di Indonesia. 

"Kontinuitas pemerintah, prespektif investor cukup jelas, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sudah hampir pasti memenangkan pemilu. Sehingga ada stabilitas dan kontinuitas kebijakan serta program-programnya untuk lima tahun ke depan," ujar Thom di kantornya, Selasa (30/4). 

Pasalnya, lanjut Thom, hal itu terlihat dari adanya penguatan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan naiknya indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa hari pascapemilu. 

"Kalangan investor menyambut positif Paslon 01 dengan alasan kontinuitas dan stabilitas," tuturnya. 

Kendati demikian, Thom memastikan bahwa para investor masih menunggu, apakah pada tahun ini ada terobosan-terobosoan reformasi ekonomi yang baru, sehingga bisa kembali menggairahkan nafsu dan semangat investor internasional dan domestik. 

Oleh karenanya, Thom menilai prespektif investor soal keberlanjutan kebijakan ekonomi pada 2019 sangat dinanti. Kendati demikian, Thom optimistis pemerintahan yang masih berlangsung saat ini bisa meningkatkan perekonomian. 

"Pada tahun terkahir di periode yang sedang berjalan, pemerintah yang ada masih bisa menggenjot reformasi perekonomian. Dengan adanya kontinuitas, tidak ada alasan untuk mengimplementasikan reformasi secara besar di 2019," kata Thom. 

Sponsored

Apabila reformasi kebijakan ekonomi yang konkret dan bisa direalisasikan, kata Thom, tentu akan semakin membuat investasi membaik. 

Salah satu contoh reformasi ekonomi yang harus diselesaikan adalah revisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Apabila DNI ini bisa cepat dirumuskan oleh pemerintah, Thom yakin akan langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

"Lewat DNI, kita punya metode yang sangat mudah untuk langsung menggenjot pertumbuhan ekonomi dengan mencabut larangan investasi," tuturnya. 

Reformasi lain yang bisa dilakukan yaitu mendigitalkan seluruh sektor perekonomian di Indonesia seperti perdagangan, perindustrian, pariwisata, dan sebagainya. "Kita mencoba menerobos loncatan-loncatan langsung ke platform online," ujarnya. 

Seperti diketahui, dua pasangan calon yang bertarung di Pilpres 2019 adalah Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. BKPM menyatakan realisasi investasi ke Indonesia sepanjang kuartal I-2019 sebesar Rp195,1 triliun, atau hanya tumbuh 5,3% dari periode yang sama tahun 2018.