logo alinea.id logo alinea.id

Jaga stok, Bulog akan sediakan beras di Polsek dan Koramil

Bulog akan buat perjanjian dengan TNI dan Polri untuk persedian stok beras ke masyarakat.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 04 Mei 2018 13:36 WIB
Jaga stok, Bulog akan sediakan beras di Polsek dan Koramil

Menjelang datangnya Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Perum Badan Urusan Logistik atau Bulog memastikan stok beras untuk dua bulan ke depan cukup. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menyatakan tidak hanya menyediakan stok yang cukup tetapi harga sembilan bahan pokok khususnya beras diyakini akan stabil dan terjangkau.

“Beras kan makanan pokok kita ya, jadi harus yang paling harus siap. Kesediaan stok yang memadai, aman dan harga yang stabil serta terjangkau masyarakat yang paling penting. Tapi tidak boleh menghilangkan kualitas juga,” terang Budi Waseso atau Buwas yang hadir dalam acara pemusnahan narkotika pada Jumat (4/5).

Upaya lain yang sedang dilakukan oleh Bulog demi memastikan pasokan beras adalah dengan menyediakan beras di Komando Rayon Militer atau Koramil dan Kepolisian Sektor atau Polsek. Cara tersebut dilakukan agar masyarakat mudah memperoleh beras dan menjaga adanya permainan harga beras yang menyebabkan tingginya harga.

Lebih lanjut mantan Kepala Badan Urusan Narkotika (BNN) ini menjelaskan bahwa Bulog akan melibatkan operasi atau kekuatan dari TNI dan Polri yang ada di wilayah desa. Sehingga kata Buwas, stok beras itu ada di Polsek dan koramil. 

Harapannya dengan cara tersebut, kenaikan harga beras menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang biasa terjadi tidak akan terjadi lagi. Bulog akan melakukan kelakukan pengawan melalui barcode pada setiap pasokan beras yang masuk dan keluar di Polsek dan Koramil yang akan menjadi agen beras tersebut.

Selain itu, Bulog juga akan mengatur besaran beras masyarakat juga hanya bisa memperoleh 5-10 kg beras untuk menyeimbangkan pasokan beras yang disediakan. Setiap Polsek dan Koramil akan menampung pasokan beras sesuai dengan kapasitas masyarakat di sekitarnya.

Buwas juga membeberkan adanya rencana kemasan beras dalam jumlah kecil. Beras dalam kemasan rencengan itu nantinya akan dipsaekan di warung-warung. 

“Istilah saya seperti beras renceng yaitu beras yang dikemas dengan seperempat kilo gitu ya. Sehingga orang kalau butuh hanya punya uang dua ribu ya tetap bisa beli beras untuk makan hari itu. Kan mudah dibeli karena ada di warung-warung,” terang Buwas. 
 

Sponsored