sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kementerian BUMN targetkan Jiwasraya dapat kucuran dana Rp5 triliun

Pada tahap awal, Jiwasraya dapat kucuran dana sebesar Rp5 tiliun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Minggu, 19 Jan 2020 13:07 WIB
Kementerian BUMN targetkan Jiwasraya dapat kucuran dana Rp5 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan PT Asuransi Jiwasraya bakal mendapatkan kucuran dana sebesar Rp5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk menyelamatkan perusahaan asuransi plat merah tersebut dari gulung tikar. 

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan uang sebesar Rp5 triliun tersebut merupakan kucuran tahap awal. Dia menjelaskan, dana itu berasal dari Holding Asuransi BUMN sebesar Rp2 triliun dan investor Rp3 triliun.

"Yang siap diinvestasikan investor itu Rp3 triliun. Kalau kloter pertama bisa dapat Rp5 triliun sudah bagus. Holding Rp2 triliun dan investor Rp 3 triliun," kata Arya Sinulingga di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (19/1).

Untuk mendapatkan dana tahap awal sebesar Rp3 triliun, Arya mengungkapkan, pihaknya akan menggunakan anak usaha Jiwasraya, yakni PT Jiwasraya Putra untuk melobi investor. 

Diharap, investor bisa menginvestasikan dananya di perusahaan tersebut. Selanjutnya, dana investasi itu digunakan untuk menyelesaikan perkara finansial yang membelit Jiwasraya. 

Menurut Arya, dana tahap awal Rp5 triliun itu akan mulai dikucurkan pada Maret 2020 secara bertahap. Nantinya, dana yang terkumpul dari holding dan investor tersebut akan digunakan untuk mengembalikan dana pemegang polis yang telah jatuh tempo.

“Fokus kami mencari investor agar dana nasabah ini bisa dikembalikan dan mengalir kepada nasabah," ujarnya.

Sementara proses penyidikan kasus Jiwasraya, kata dia, masih akan terus berlangsung. Pemerintah bersama DPR akan terus menelusuri permasalahan yang terjadi di Jiwasraya. Menurutnya, panitia kerja (panja) yang dibentuk DPR akan cepat membenahi perusahaan yang telah merugi sejak tahun 2006 itu.

Sponsored

"Kami di BUMN akan terus bekerja untuk menyelesaikan kasus Jiwasraya. Dukungan politik dari DPR akan tambah mempercepat prosesnya," ucapnya.

Sebagai informasi, Jiwasraya telah melakukan investasi pada “saham gorengan” untuk mengejar keuntungan. Di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4% senilai Rp5,7 triliun pada aset finansial berisiko tinggi.

Selain itu, pada Oktober hingga November 2019 Jiwasraya tak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo dengan nilai sebesar Rp 12,4 triliun. lalu, hingga Agustus 2019 asuransi milik pemerintah tersebut diperkirakan merugi Rp 13,7 triliun.

Berita Lainnya