sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jiwasraya catat liabilitas tinggi dan modal minus Rp34,61 triliun pada 2019

Restrukturisasi merupakan agenda utama penyehatan perusahaan dan segera dimulai.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 22 Jul 2020 16:04 WIB
Jiwasraya catat liabilitas tinggi dan modal minus Rp34,61 triliun pada 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyampaikan Laporan Keuangan Perseroan 2019 yang telah diaudit dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh KAP Kanaka Puradiredja, Suhartono.

Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Farid A Nasution mengatakan, posisi aset perusahaan di akhir 2019 tercatat sebesar Rp18,13 triliun. Sementara posisi kewajiban pada Tahun Buku 2019 berada di angka Rp52,74 triliun, dengan nilai ekuitas tercatat minus Rp34,61 triliun.

Laporan keuangan yang telah disajikan secara wajar oleh KAP Kanaka Puradiredja Suhartono ini, memudahkan Jiwasraya dan shareholder membuat roadmap penyelamatan dan penyehatan Jiwasraya.

"Laporan keuangan ini juga menunjukkan tingginya liabilitas Jiwasraya karena produk-produk masa lalu yang tidak mencerminkan produk asuransi yang wajar, karena memberikan garansi bunga tetap yang tinggi," kata Farid dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (22/7).

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menambahkan, manajemen baru Jiwasraya bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan selaku pemegang saham, sedang menyusun rencana strategis terbaru dalam rangka memperbaiki kinerja perusahaan dan memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Rencana ini telah dikomunikasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Rencana strategis tersebut akan diimplementasikan ke dalam program restrukturisasi, yang direncanakan dimulai Agustus 2020 setelah mendapat konfirmasi pendanaan dari pemegang saham.

"Restrukturisasi merupakan agenda utama penyehatan perusahaan dan segera dimulai. Keberhasilan restrukturisasi membutuhkan dukungan semua pihak," tutur Hexana.

Seperti diketahui, untuk memperbaiki kinerja perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia tersebut, sejak 2018 Kementerian BUMN telah melakukan tiga kali perombakan susunan direksi dan melaksanakan aksi korporasi guna menyelesaikan ekuitas negatif dan memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img