sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

JLL Indonesia sebut pengembang fokus ke rumah tapak di 2021

Stabilnya penjualan rumah tapak disebabkan karena tingginya kebutuhan masyarakat akan rumah yang dapat ditinggali.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 10 Feb 2021 13:49 WIB
JLL Indonesia sebut pengembang  fokus ke rumah tapak di 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengungkapkan, permintaan untuk rumah tapak pada 2020 cenderung stabil, meskipun berada di tengah terpaan pandemi Covid-19. 

Itulah sebabnya pada 2021 ini, pengembang cenderung fokus ke sektor rumah tapak, karena dianggap memiliki pasar yang lebih baik, dibandingkan dengan pasar di gedung perkantoran, apartemen atau kondominium.

"Rumah tapak akan meningkat di 2021 dengan pengembangan produk yang terus berlanjut. Pengembang mulai ubah fokus ke sektor yang permintaannya cukup baik di pasar," katanya dalam video conference, Rabu (10/2).

Pada tahun ini, ada tambahan 16.000 unit rumah tapak baru, setelah pada 2020 penjualan rumah tapak mencapai 13.000 unit, atau dengan tingkat penjualannya mencapai 72%.

Stabilnya penjualan rumah tapak disebabkan karena tingginya kebutuhan masyarakat akan rumah yang dapat ditinggali.

Selain itu, yang dicari adalah rumah yang dapat menunjang kebutuhan. Seperti dekat dengan akses transportasi dan akses layanan publik lainnya, seperti sekolah dan pusat perbelanjaan, serta dari segi harga sesuai dengan kebutuhannya.

"Pembelian perumahan tapak itu dinominasi end user, dan itu sesuai kebutuhan mereka. Kenapa cukup stabil? Karena dijadikan untuk mendapatkan layanan, tetapi ditinggali," ujarnya.

Sementara Head of Advisory JLL Vivin Harsanto mengatakan, belum ada peningkatan penjualan di sektor kondominium, mengingat para pembeli cenderung masih berhati-hati akibat pandemi Covid-19.

Sponsored

Melihat kondisi ini, para pengembang, khususnya yang memiliki lahan besar, mengubah fokus mereka ke sektor perumahan tapak. 

"Kami melihat para pengembang lebih aktif dalam meluncurkan produk perumahan tapak dan tetap mendapatkan respons yang cukup baik dari pasar," ujarnya.

Adapun tingkat penjualan kondominium berada di angka 63% dengan total jumlah unit yang dipasarkan mencapai 37.000 unit per akhir 2020. Sedangkan jumlah unit kondominium baru yang diluncurkan selama 2020 sebanyak 1.160 unit. 

Berita Lainnya

Apple Pencil generasi ke-3 akan hadir April

Jumat, 16 Apr 2021 09:47 WIB

Ngotot mudik, kasus Covid-19 akan meroket

Kamis, 15 Apr 2021 19:09 WIB

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB