sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jokowi dorong modernisasi industri pertanian

Modernisasi industri pertanian dapat meningkatkan daya saing.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 03 Apr 2019 14:52 WIB
Jokowi dorong modernisasi industri pertanian

Presiden Joko Widodo mendorong para pelaku di industri pertanian melakukan modernisasi. Hal ini dinilai penting guna menjaga kualitas produksi pertanian hingga dapat bersaing secara global. 

Jokowi mencontohkan apa yang terjadi pada pengolahan padi dan gabah. Menurutnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan pengeringan gabah dengan cara manual. 

"Sekarang zaman modern, dari zaman kecil saya di desa kalau habis panen pasti di-'jereng' (jemur) di pelataran, ini harus diubah, penggilingan harus memiliki 'dryer' (pengering)," kata Presiden Jokowi saat silaturahmi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Perkumpulan Penggilingan Padi dan pengusaha Beras (Perpadi) di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (3/4).

Hal ini diamini oleh Endang, seorang pengusaha penggilingan padi asal Jenar Sragen. Dia mengaku masih menggunakan cara tradisional untuk mengeringkan padi, yaitu dengan menjemurnya di bawah terik matahari. 

Ia pun mengeluhkan mahalnya alat pengering padi lantaran harganya terbilang mahal. "Selama ini saya masih menjemur padi secara manual alias saya jemur. Kendalanya kala hujan tiba itu sulit sekali mengeringnya," ungkapnya di lokasi.

Mendengar keluhan tersebut, Jokowi balik bertanya mengapa perempuan tersebut tidak mengajukan kredit ke bank untuk membeli alat pengering padi. "Kan bisa pinjam ke bank bu, buat beli alat itu," kata Jokowi.

Endang mengaku tak bisa membeli alat pengering padi bukan karena tak punya uang. Ia mengaku telah telah banyak memiliki tanggungan di Bank. "Untuk usaha penggilingan padi saya. Saya  jadi tak berani lagi untuk meminjam uang di bank, Pak Jokowi," ucapnya.

Menurut Jokowi, cara-cara tradisional dalam pengolahan produk pertanian masih lazim di lakukan di Indonesia. Padahal, modernisasi penting dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar. Penggunaan alat modern di industri pertanian, akan menjaga kualitas produk karena tidak terrgantung pada kondisi cuaca.

Sponsored

"Kualitasnya turun gara-gara hanya dijemur tidak masuk ke dryer. Ini sudah kita lalui bertahun-tahun masa kita teruskan," kata Jokowi.

Tidak hanya masalah pengeringan, Presiden juga berharap setiap penggilingan padi memiliki mesin pengemasan yang modern. Jokowi mengatakan, pengemasan produk juga menjadi salah satu kunci untuk menaikkan harga jual. 

"Penggilingan padi sudah ada mesin kemasannya. Penting sekali sehingga keluar dari mesin itu sudah dalam bentuk kemasan-kemasan yang siap dijual atau dipakai sendiri," katanya.

Untuk itu, Jokowi berencana mengundang para petani dan pelaku usaha pertanian ke Istana Negara, untuk dipertemukan dengan Bulog dan perbankan. Pertemuan tersebut akan membahas pengadaan alat pengering padi dan produksi pertanian bagi petani. 

"Nanti setalah 17 April saya ingin mengajak petani, pedagang pupuk, dan Gapoktan, ke istana bertemu Bulog dan bank untuk membicarakan soal mesin pengeringan dan alat kemasan," katanya.

Bagi Jokowi,  modernisasi di industri pertanian sangat penting untuk meningkatkan produksi beras nasional agar bisa bersaing di tataran global. "Kalau enggak kaya gitu, kita bisa kalah sama Vietnam, bahkan bisa kalah dengan Laos dan Kamboja. Saya katakan dalam menghadapi perubahan global, kita perlu mengubah ini. Kalau kita tidak mengikutinya, kita akan kalah dalam persaingan" katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) wilayah Jawa Tengah, pada 2018 Sragen mampu memproduksi 9,51 juta ton padi dari 1,68 juta hektar sawah. Jika dikonversikan menjadi beras dengan menggunakan angka konversi gabah kering giling ke beras tahun 2018, maka produksi padi di wilayah ini setara dengan 5,44 juta ton beras.

Berita Lainnya