sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jual aset, Taksi Express lunasi 30% utang perusahaan

Hingga 31 Desember 2018, TAXI memiliki jumlah liabilitas sebesar Rp1,85 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 08 Agst 2019 17:33 WIB
Jual aset, Taksi Express lunasi 30% utang perusahaan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) berhasil menekan utang perseroan sebesar Rp30,6% pada paruh pertama 2019. Sebelumnya, pada laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2018, TAXI memiliki jumlah liabilitas sebesar Rp1,85 triliun. Liabilitas ini berkurang menjadi Rp1,28 triliun per 30 Juni 2019.

Corporate Secretary TAXI Megawati Affan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan perseroan telah menjual beberapa aset tak lancar berupa bidang-bidang tanah sejumlah Rp147,3 juta untuk pelunasan sebagian utang bank.

Megawati melanjutkan, sampai akhir tahun 2019, aset-aset jaminan yang akan dijual diprioritaskan pada aset-aset non-core dan non-produktif. Penyelesaian utang grup yang menyebabkan penurunan aset dan liabilitas lebih dari 20% paruh pertama 2019, belum akan berdampak pada kinerja keuangan dan kinerja operasional grup sampai akhir tahun 2019.

"Perseroan juga telah berhasil merestrukturisasi obligasi dengan konversi Rp400 miliar pokok obligasi menjadi saham, dari obligasi I yang diterbitkan perseroan pada 2014 sejumlah Rp1 triliun dengan kupon 12,25%," tulis Megawati, Rabu (7/8). 

Penurunan obligasi sebesar Rp400 miliar tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan konversi obligasi menjadi saham melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Saham baru tersebut dicatatkan di Bursa pada tanggal 23 Mei 2019.

Selain itu, TAXI juga berhasil mengubah Rp600 miliar pokok oblogasi menjadi Obligasi Konversi (OK) tahun 2019 tanpa bunga dengan tanggal jatuh tempo 31 Desember 2020 pada 23 Mei lalu.

Sebelumnya, emiten pemilik armada Taksi Express ini mencatat kinerja yang tak kunjung membaik dengan beban utang tinggi hingga akhir 2018. Akibatnya, untuk pertama kalinya TAXI terlambat membayar kupon bunga obligasi ke-15 kepada pemegang obligasi yang jatuh tempo pada 24 Maret 2018.
 
Hal ini berlanjut dengan ketidakmampuan perseroan memenuhi kewajiban pembayaran kupon bunga obligasi ke-16 dan ke-17 yang jatuh tempo masing-masing pada 24 Juni 2018 dan 24 September 2018.

Manajemen TAXI pun beberapa kali melakukan RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan konversi utang ke saham. Permintaan manajemen akhirnya disetujui pemegang saham pada 6 Mei 2019.

Sponsored

Untuk diketahui, hingga semester pertama tahun ini, TAXI tercatat mengalami penurunan pendapatan sebesar 40% dari Rp128,68 miliar pada semester pertama 2019, menjadi Rp77,184 miliar pada semester pertama tahun ini.

Lalu, beban pokok pendapatan TAXI pada enam bulan pertama tahun ini juga berkurang 27,9% menjadi Rp160,4 miliar dari Rp222,57 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pada paruh pertama 2019 ini, TAXI mampu menekan kerugian bersih mereka hingga 43,7% menjadi Rp115,78 miliar dari Rp205,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berita Lainnya