sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jumlah IPO semester I-2020 lebih banyak dibanding tahun lalu

Minat perusahaan untuk melantai di pasar modal masih tinggi, khususnya IPO saham.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 06 Jul 2020 18:05 WIB
Jumlah IPO semester I-2020 lebih banyak dibanding tahun lalu
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, sebanyak 28 perusahaan telah melakukan pencatatan perdana di bursa hingga 30 Juni 2020. Jumlah perusahaan tersebut lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang hanya 17 perusahaan.

Melihat jumlah tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, minat perusahaan untuk melantai di pasar modal masih tinggi, khususnya IPO saham.

"Kami berharap seiring dengan kondisi ke depan yang semakin kondusif, antusiasme para perusahaan di Indonesia untuk dapat melantai di bursa akan semakin banyak," kata Nyoman, Senin (6/7).

Apalagi ditambah dengan adanya kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) berupa kebijakan potongan 50% untuk ILF saham, diharapkan dapat membantu dan mendukung perusahaan untuk tetap IPO dan menjadi perusahaan tercatat pada 2020.

Sponsored

Adapun hingga 3 Juli 2020, masih terdapat 21 perusahaan yang berencana melakukan pencatatan saham di BEI. Calon-calon emiten tersebut datang dari berbagai sektor.

Tercatat sebanyak delapan perusahaan berasal dari sektor perdagangan, jasa dan investasi, empat perusahaan dari sektor properti, real estat, dan konstruksi, dan tiga perusahaan dari sektor agrikultur. Sedangkan sisanya enam perusahaan datang dari sektor seperti industri dasar dan kimia, sektor konsumer, sektor keuangan, serta sektor infrastruktur dan transportasi.

"Selain itu, terdapat 33 penerbit yang akan menerbitkan 42 emisi obligasi atau sukuk yang berada dalam pipeline di BEI," ujarnya.

Berita Lainnya