sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kesepakatan menggantung, Pertamina cari opsi mitra selain Aramco

PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama pembangunan kilang minyak minyak di Cilacap.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 03 Apr 2020 16:26 WIB
Kesepakatan menggantung, Pertamina cari opsi mitra selain Aramco
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17552
Meninggal 1641
Sembuh 7637

PT Pertamina (Persero) menyatakan belum mendapatkan kepastian kerja sama dengan Saudi Aramco untuk pembangunan kilang minyak di Cilacap.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Pertamina akan menunggu kesepakatan dengan Aramco hingga akhir April 2020. Apabila belum tercapai kesepakatan, Nicke mengatakan Pertamina akan mencari partner lain untuk kilang Cilacap.

"Kalau sampai akhir April belum sepakat, kita akan cari partner lain," ujar Nicke  dalam konferensi video bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Jumat (3/4).

Nicke melanjutkan, kilang Cilacap merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang harus tetap dijalankan.

Meski demikian, Nicke memastikan, sambil menanti kepastian kerja sama dengan Aramco, Pertamina akan fokus menyelesaikan pembangunan empat kilang minyak.

"Kami fokus ke empat kilang yang telah berjalan pembangunannya. Yaitu kilang Balikpapan, kilang Balongan, kilang Tuban, dan kilang TPPI," kata dia.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pihaknya akan membantu Pertamina mencarikan partner lain apabila kesepakatan ini tek berlanjut.

"Kalau tak sesuai dengan target, kami akan carikan partner lain," tutur Erick.

Sponsored

Sebelumnya, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan skema kerja sama yang ditawarkan Pertamina ke Aramco sama dengan skema kilang Balikpapan, dengan cara toll fee untuk kilang lama, tapi tetap berpartner untuk kilang baru di Cilacap.

Adapun saat ini, Pertamina terus mengebut pengembangan kilang proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan kilang baru proyek Grass Roof Refinery (GRR). Nantinya, kapasitas kilang yang saat ini 1 juta barel per hari akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 juta barel perhari pada 2026.

“Pembangunan kilang Balikpapan yang progressnya sudah lebih dari 13%, tahun ini ditargetkan mencapai 40%. Sementara target pembangunan Kilang Balongan dan Cilacap masing-masing 10%  akan terus kami kebut," kata Fajriyah akhir Februari lalu.

Berita Lainnya