close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi transportasi. Alinea.id/Oky Diaz.
icon caption
Ilustrasi transportasi. Alinea.id/Oky Diaz.
Bisnis
Kamis, 13 Oktober 2022 14:40

Survei BI sebut kinerja kegiatan dunia usaha di kuartal III-2022 melambat

Penurunan tajam terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi, yaitu semula di kuartal II-2022 2,06% turun jadi 0,87% di kuartal III.
swipe

Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha tetap kuat pada kuartal III-2022, meskipun ada perlambatan. Ini didasarkan pada nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 13,89%, presentasi ini diakui memang lebih rendah jika dibandingkan dengan SBT pada triwulan sebelumnya yaitu 14,13%.

Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan menyebutkan, perlambatan kinerja kegiatan usaha terlihat dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan, terutama subsektor tanaman bahan makanan (Tabama) yang mencatatkan SBT sebesar 0,22%, ini menurun dibanding kuartal sebelumnya 1,50%.

“Ini seiring dengan masuknya musim tanam. Khususnya subsektor tanaman bahan makanan (termasuk hortikultura),” tulis Junanto dalam keterangan resminya, Kamis (13/10).

Selain sektor pertaanian, secara rinci sektor yang mengalami penurunan SBT jika dibandingkan dengan kuartal II-2022 antara lain, sektor perdagangan, hotel, dan restoran pada kuartal ini SBT nya tercatat 2,60% sedangkan kuartal lalu 3,61%. Kemudian penurunan tajam terjadi di sektor pengangkutan dan komunikasi, terjadi penurunan tajam SBT yaitu semula di kuartal II-2022 2,06% turun jadi 0,87% di kuartal III.

Kendati demikian, masih ada sejumlah sektor yang menopang kegiatan dunia usaha dengan SBT bergerak positif naik, yaitu sektor pertambangan dan penggalian terjadi peningkatan SBT di kuartal III-2022 dibanding kuartal lalu, yakni menjadi 1,10% yang sebelumnya 0,73%. Lalu pada sektor industri pengolahan, SBT naik dibandingkan kuartal lalu dari 2,19% menjadi 3,18%.

“Sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan mengalami kenaikan SBT per kuartal ini, dari 1,62% menjadi 2,76%,” tambah Junanto.

Kemudian untuk pada sektor listrik, gas, dan air bersih juga meningkat daripada kuartal lalu yaitu dari 0,24% menjadi 0,35%. Sektor jasa-jasa juga naik, kuartal II tercatat SBT sebesar 1,69% kemudian kuartal III menjadi 1,79%.

“Kenaikan SBT juga terjadi pada sektor konstruksi dengan besaran 0,50% di kuartal II menjadi 1,03% di kuartal III,” katanya.

Kapasitas produksi terpakai di triwulan III juga dicatatkan oleh BI dengan SBT sebesar 73,67%, ini merupakan peningkatan. Dari sisi tenaga kerja, tercatat SBT melambat meski dalam fase ekspansi yaitu 1,46% dan diperkirakan baru meningkat secara terbatas pada kuartal IV-2022.

“Kondisi keuangan dan akses kredit terpantau cukup baik, dari aspek likuiditas dan rentabilitas, disertai dengan akses pembiayaan yang lebih mudah, maka SBT nya sebesar 19,64%,” pungkasnya.

Junanto mengatakan dari hasil survei BI, responden memperkirakan kegiatan usaha akan tetap kuat di kuartal IV-2022 dengan SBT sebesar 12,63%. Tetap kuatnya kegiatan usaha diperkirakan terjadi pada beberapa sektor utama, yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran, serta pengangkutan dan komunikasi. Ini sejalan dengan permintaan dalam negeri yang akan meningkat seiring Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal. 

Artikel ini ditulis oleh :

img
Erlinda Puspita Wardani
Reporter
img
Hermansah
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan