close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Seorang pria berjalan di dekat logo PT Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, 25 November 2015. Foto REUTERS/Beawiharta.
icon caption
Seorang pria berjalan di dekat logo PT Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, 25 November 2015. Foto REUTERS/Beawiharta.
Bisnis
Senin, 22 Februari 2021 12:47

Kantor luar negeri Bank Mandiri cetak laba Rp1,56 triliun selama pandemi

Kantor Luar Negeri Bank Mandiri mencetak laba sebelum pajak sebesar US$111,2 juta atau Rp1,56 triliun di akhir 2020
swipe

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terus mengembangkan dan mengoptimalkan peran Kantor Luar Negeri (KLN) perseroan selama pandemi Covid-19. Hasilnya, KLN Bank Mandiri mencatat laba sebelum pajak hingga US$111,2 juta atau sebesar Rp1,562 triliun pada akhir 2020. Laba ini tumbuh 19% secara tahunan atau year-on-year (yoy), meskipun dibayangi ketidakpastian global akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri Panji Irawan menuturkan, capaian tersebut merupakan kontribusi laba sebelum pajak terbesar dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata pertumbuhan pada periode tersebut sebesar 30%. 

Panji merinci, kinerja apik ini disumbangkan oleh pertumbuhan pendapatan berbasis biaya atau fee based income (FBI) sebesar rata-rata 32% dari US$10,9 juta pada 2015, menjadi US$45,3 juta pada 2020. Sementara, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) menguat rata-rata 10% dari US$49,5 juta pada 2015, menjadi US$81,3 juta lima tahun kemudian. 

"Kinerja yang baik dari KLN Bank Mandiri dalam lima tahun terakhir merupakan hasil kolaborasi strategis antara berbagai unit kerja di kantor pusat, serta antara masing-masing KLN. Termasuk dengan perusahaan anak," kata Panji dalam keterangan tertulisnya yang diterima Alinea.id, Senin (22/2).

Saat ini, Bank Mandiri memiliki tujuh KLN yang berada di Singapura, Hong Kong, Cayman Island, Shanghai, Timor-Leste, Inggris Raya, dan Malaysia. 

Capaian positif lain oleh jaringan KLN Bank Mandiri, adalah kemampuan menjaga kualitas aset produktif melalui strategi pemberian kredit secara selektif. Dengan upaya tersebut, kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dapat diturunkan dari 1,42% pada 2015, menjadi 0,38% pada tahun lalu. 

“Kami ingin memenuhi seluruh kebutuhan nasabah dalam mengembangkan bisnis ke luar negeri agar bisa mengakses pasar global yang lebih besar dan tumbuh lebih cepat. Untuk itu, kami telah menetapkan fokus layanan kepada Indonesia-related global trading companies, sindikasi global, serta supply chain Indonesia-linked customers. Terutama untuk nasabah yang memiliki bisnis di lokasi jaringan KLN Bank Mandiri," ujarnya .

Penguatan layanan juga disertai dengan pengembangan layanan digital Mandiri Cash Management di seluruh KLN. Pengembangan layanan ini dapat dimanfaatkan oleh nasabah ataupun jaringan nasabah yang berada di luar negeri, sehingga nasabah merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi dengan Bank Mandiri.

Tak hanya nasabah korporasi, bank berlogo pita emas ini juga mengembangkan layanan khusus bagi nasabah individual kategori high net worth yang berdomisili atau bekerja di luar negeri. Caranya adalah menawarkan layanan wealth management di Bank Mandiri Singapura, dengan skema pengelolaan dana nasabah individual.

“Dalam rangka mendukung investasi dan pendanaan nasabah di luar negeri, saat ini kami memiliki dua perusahaan anak di Singapura yaitu Mandiri Securities Singapore dan Mandiri Investment Management Singapore. Semua jaringan internasional kami terkoneksi dengan baik sehingga dapat memberikan layanan secara optimal," ucap Panji.

Layanan remitansi

Di samping layanan terkait perdagangan global, KLN Bank Mandiri juga memiliki pangsa pasar yang cukup baik dalam layanan pengiriman uang atau remitansi. Khususnya, remitansi yang dilakukan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri ke kampung halaman.

Kemudahan layanan remitansi bagi PMI menjadi salah satu fokus bisnis utama kantor luar negeri, terutama yang berada di negara utama penempatan PMI seperti Malaysia, Singapura dan Hong Kong.

"Selain transaksi di kantor cabang, proses pengiriman uang ke Indonesia pun terus dipermudah. Antara lain melalui jaringan elektronik dan kerja sama dengan merchant retail lokal," tutur Panji.

img
Annisa Saumi
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan