sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Tiga strategi penajaman bisnis Bank Mandiri di 2021

Bank Mandiri optimis kredit secara bank only mampu tumbuh 6%-7% yoy pada akhir 2021.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 08 Sep 2021 16:54 WIB
Tiga strategi penajaman bisnis Bank Mandiri di 2021

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menegaskan, terdapat tiga fokus dalam penajaman bisnis Bank Mandiri ke depan. 

Pertama, integrasi bisnis wholesale dan ritel dengan memaksimalkan potensi value chain pada ekosistem nasabah wholesale. 

Kedua, mengoptimalkan potensi bisnis dan sektor unggulan di wilayah serta penyaluran kredit dilakukan secara prudent kepada targeted customer dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan pemulihannya lebih cepat sehingga menghasilkan kualitas kredit yang cukup baik. 

Ketiga, Bank Mandiri akan mengakselerasi digital dengan mengembangkan solusi digital, perbaikan proses, modernisasi channel, serta peningkatan kapabilitas core banking

“Lewat strategi ini, Bank Mandiri optimis kredit secara bank only mampu tumbuh 6%-7% yoy pada akhir 2021, tentunya dengan tetap memprioritaskan pertumbuhan secara berkualitas," katanya dalam video conference, Rabu (8/9).

Komitmen ini salah satunya diwujudkan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan program andalan pemerintah untuk menyediakan akses pelaku UMKM pada pembiayaan.

Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp19,68 triliun pada akhir paruh pertama tahun ini atau 63,5% dari target 2021, dengan jumlah penerima lebih dari 200.000 debitur UMKM dengan kualitas yang terjaga baik. 

Lalu pada program restrukturisasi kredit terdampak pandemi, Bank Mandiri telah memberikan persetujuan restrukturisasi debitur terdampak pandemi yaitu kepada lebih dari 548 ribu debitur dengan nilai persetujuan sebesar Rp126,5 triliun. 

Sponsored

Dari nilai tersebut, hingga Juni 2021, total baki debet restrukturisasi Covid-19 sebesar Rp96,5 triliun, di mana 62% dari total debitur restrukturisasi merupakan pelaku usaha UMKM. 

Berita Lainnya