sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank Mandiri catatkan kinerja solid di kuartal II-2021

Bank Mandiri mencetak pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 16,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp1.014,3 triliun. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 08 Sep 2021 16:04 WIB
Bank Mandiri catatkan kinerja solid di kuartal II-2021

Bank Mandiri mencatat, pada kuartal II l-2021 pertumbuhan bisnis dan profitabilitas terus menunjukan kinerja yang membaik, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri mencetak pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 16,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp1.014,3 triliun. 

Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen wholesale banking yang tercatat tumbuh 7,13% (yoy) menjadi Rp534,2 triliun per akhir kuartal II-2021. Sementara pembiayaan ke segmen UMKM tercatat naik 20,1% (yoy) menjadi Rp98,3 triliun.

“Kami memandang tren pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa permintaan masih ada dan diharapkan akan terus meningkat. Namun, kami akan tetap waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan,” kata Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin dalam video conference, Rabu (8/9).

Pertumbuhan tersebut juga diimbangi dengan kualitas kredit yang cukup terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 3,08% turun 21 bps yoy.

Adapun, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), DPK Bank Mandiri secara konsolidasi hingga kuartal II-2021 tumbuh 19,73% yoy menjadi Rp1.169,2 triliun, dengan komposisi dana murah sebesar 68,49%. 

Pertumbuhan dana murah terutama didorong oleh pertumbuhan giro (bank only) sebesar 40,9% yoy di kuartal II-2021.

Keberhasilan Bank Mandiri dalam menjaga tren pertumbuhan dana murah ini juga ikut menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) Bank Mandiri secara ytd (bank only) menjadi 1,71% turun dari level 2,53% pada akhir tahun lalu.

Sponsored

Solidnya kinerja finansial Bank Mandiri pada akhir kuartal II-2021 juga terlihat pada pencapaian laba bersih perseroan yang tumbuh 21,45 % menjadi Rp12,5 triliun.

Terutama disokong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50% menjadi Rp 35,16 triliun, serta pertumbuhan pendapatan berbasis jasa (fee based income) sebesar 17,27% menjadi Rp15,94 triliun.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Bank Mandiri telah melakukan penajaman strategi, dimana strategi ini tentunya sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mulai menunjukkan kinerja positif, tercermin dari pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 sebesar 7,07%.

Berita Lainnya