logo alinea.id logo alinea.id

Listrik padam, UMKM yang paling dirugikan

Sektor UMKM seperti: restoran dan pusat perbelanjaan yang paling terkena dampak pemadaman listrik.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 05 Agst 2019 10:15 WIB
Listrik padam, UMKM yang paling dirugikan

Pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (4/8) sampai Senin pagi (5/8) diprediksi bakal merugikan ekonomi nasional secara besar. Pengamat menilai, sektor usaha menengah kecil mikro (UMKM) menjadi yang paling dirugikan atas pemadaman listrik. 

Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menyebut aktivitas di pusat perbelanjaan dan restoran menjadi yang paling berdampak atas pemadaman listrik tersebut. UMKM yang tidak memiliki genset dan konsumen juga disebut yang paling terasa kerugiannya.  

Menurutnya pemadaman listrik secara meluas ini hampir tidak pernah terjadi sebelumnya. Sebab PLN sudah menerapkan Digital Monitoring System yang canggih. Sehingga begitu ada gejala blackout dapat segera diketahui dan diatasi dalam waktu singkat.  

"Kerusakan yang terjadi di beberapa tempat secara bersamaan ini merupakan blackout (kecelakaan pemadaman) yang uncontrollable by manajemen," kata Fahmy pada Senin (5/8). 

Sementara itu, Ekonom Indef Tauhid Ahmad menilai dampak ekonomi secara nasional relatif sangat kecil. Sebaliknya, dampak terbesarnya adalah soal kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan PLN dalam menangani gangguan seperti ini. 

"Karena tidak ada skenario alternatif ketika gangguan di satu wilayah tidak bisa di lokalisir, padahal masyarakat tahu kalau pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang besar untuk proyek 23.000 MW," kata Ahmad kepada Alinea.id.

Pemerintah juga dinilai tidak punya mitigasi risiko dan jaminan penyediaan listrik dalam jangka pendek. 

Soroti kinerja

Sponsored

Di sisi lain, pemadaman listrik kembali memperburuk kinerja PLN. Padahal selama ini kinerja perusahaan plat merah tersebut dinilai baik dalam kinerjanya. 

"Kalau sebelumnya, PLN sudah dapat mencapai tingkat pemadaman mencapai hampir nol persen (0%), kejadian ini justru mencatatkan kinerja yang buruk bagi PLN," kata Fahmy. 

Fahmy menuturkan memang tidak ada hubungannya secara langsung antara blackout accident atau pemadaman listrik tersebut dengan pergantian Plt Dirut PLN baru oleh Menteri BUMN. 

"Tetapi penetapan Plt Dirut PLN secara bergantian ini tentu saja sangat mengganggu kinerja dan jalannya organisasi PLN, termasuk dalam penanganan blackout accident," ujarnya.

Menurutnya Menteri BUMN Rini Sumarno harus segera menetapkan Dirut PLN definitif dalam waktu dekat ini agar strategic corporation dan operational decisions dapat diputuskan secara tepat dan cepat.

Seperti diketahui, PT PLN baru saja mengalami pergantian Plt Direktur Utamanya, Menteri BUMN Rini Sumarno mengangkat Sripeni Inten Cahyani menggantikan Plt Dirut sebelumnya Djoko Rahardjo Abumanan.