sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mempersiapkan dana darurat bagi milenial

Porsi tabungan dan investasi tidak boleh kurang dari 20% dalam satu bulan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 07 Mei 2021 19:47 WIB
Mempersiapkan dana darurat bagi milenial

Pada masa menjelang Lebaran di kala pandemi Covid-19 seperti saat ini, siapapun terutama generasi milenial dituntut untuk lebih menghargai uang dengan mengatur ulang pengeluaran secara lebih terencana. 

Lebaran atau hari raya biasanya identik dengan kondisi yang penuh pengeluaran, mulai dari kebutuhan berbelanja kue, hingga belanja pakaian, ditambah tuntutan untuk mencukupi kebutuhan finansial menjadi masalah utama setiap orang. 

Selain itu, kewajiban untuk berinvestasi, membayar utang, pajak, biaya hidup, dan lain-lain turut membuat setiap orang sangat sulit untuk mempunyai tabungan. Karena itu, Head of Advisory Finansialku.com, Robby Christy mempunyai tips bagi milenial untuk lebih mengatur keuangannya.

"Sebelum berinvestasi, kita harus mempersiapkan tabungan, asuransi, dana darurat, dan lainnya. Nah, THR (tunjangan hari raya) yang diperoleh sebaiknya digunakan untuk mempersiapkan dana tersebut terlebih dahulu," katanya dalam webinar, Jumat (7/5).

Dia mengatakan, jika masih single atau belum berkeluarga, jangan lupa untuk memiliki dana darurat sebesar enam kali gaji. 

"Jadi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kita mampu bertahan setidaknya selama enam bulan ke depan," ujarnya.

Sementara itu, Head of Government Project Link Aja, Marcella Wijayanti menjelaskan perencanaan keuangan harus diiringi dengan evaluasi yang baik. Misalnya, kata dia, rencanakan dan buat pencatatan tertulis pengeluaran keuangan sekecil apapun, lalu evaluasi di akhir bulan. 

Marcella mengungkapkan, porsi tabungan dari seluruh pemasukan yang dimiliki oleh pekerja tidak boleh kurang dari 20% pemasukan bulanan. Sedangkan, sebanyak 30% digunakan untuk hiburan dan sisanya untuk kebutuhan harian.

Sponsored

"Porsi tabungan dan investasi tidak boleh kurang dari 20% dalam satu bulan, lalu pengeluaran hiburan dan traveling 30%. Sisanya digunakan untuk pengeluaran wajib seperti makan, bayar sewa, cicilan, dan tagihan rutin lainnya", ucapnya.

Adapun, Koordinator Perekonomian I, Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Eko Slamet menuturkan di saat pelarangan mudik seperti saat ini, menjadi momen milenial untuk berhemat.

Lebih lagi, sebagai generasi yang melek teknologi, milenial dianggap lebih bisa mengatur perencanaan keuangannya dengan baik dan pada saat yang tepat akan berkontribusi besar terhadap peningkatan perekonomian nasional.

"Dengan kondisi saat ini, saat ada kebijakan pelarangan mudik dari pemerintah, maka seharusnya milenial dapat lebih bijaksana mengatur keuangan," kata dia.

Berita Lainnya