close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tarif tinggi tiket pesawat sudah berlangsung beberapa bulan belakangan. Alinea.id/Oky Diaz.
icon caption
Tarif tinggi tiket pesawat sudah berlangsung beberapa bulan belakangan. Alinea.id/Oky Diaz.
Bisnis
Senin, 20 Juni 2022 22:09

Menparekraf soroti tiket pesawat yang mahal

Pemerintah fokus memberikan solusi menambah penerbangan maskapai dalam negeri maupun asing untuk memastikan harga tiket lebih terjangkau.
swipe

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) Sandiaga Uno mengharapkan jumlah penerbangan pesawat bisa bertambah dan pembukaan rute kian melimpah agar dapat menurunkan biaya tiket pesawat.

“Tiket pesawat yang mahal menjadi hal yang sangat krusial. Jumlah seat capacity (kapasitas kursi) pesawat harus ditambah untuk memastikan harga tiket tetap terjangkau,” kata dia dalam Weekly Press Briefing yang dipantau secara online, Senin (20/6).

Sandiaga menyampaikan, telah berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi perihal kenaikan harga tiket pesawat. Dalam diskusi itu, pemerintah fokus memberikan solusi menambah penerbangan maskapai dalam negeri maupun asing untuk memastikan harga tiket lebih terjangkau sehingga dapat menarik wisatawan mancanegara datang ke Indonesia.

Karena itu, Sandiaga mengharapkan kesediaan para pengelola maskapai internasional maupun domestik menambah jumlah pesawat.

“Jumlah pesawat yang masih memerlukan perawatan masih tinggi. Butuh kerja sama agar pesawat ini beroperasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi Batik Air yang sudah membuka rute Brisbane-Denpasar dan Denpasar-Kuala Lumpur.

Selain itu, setelah melalui proses restrukturisasi, Garuda Indonesia diharapkan pula menambah jumlah pesawat sehingga dapat mempengaruhi biaya tiket pesawat menjadi lebih murah.

“Dengan harga avtur yang tinggi dan frekuensi penerbangan yang belum sepenuhnya normal, bisa kita sikapi dengan air traffic agreement yang terus diinovasikan, diadaptasikan dan dikolaborasikan,” ujarnya.

Ia mengaku telah menugaskan Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya, untuk menambah perjanjian kerja sama agar bisa meningkatkan jumlah penerbangan menuju destinasi wisata di Indonesia terutama Bali.

Terkait adanya kenaikan tiket pesawat, dia menyebutkan, hal itu disebabkan fenomena revenge travel yang terjadi di seluruh dunia. 

“Jika permintaan tinggi dan demandnya meroket, tetapi suplainya terbatas, maka harga tiket akan melambung tinggi,” ungkapnya.

img
Edo Sugiyanto
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan