sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menperin: Pemulihan ekonomi berjalan cepat di awal tahun

PMI Indonesia tembus 52,2 di Januari, tertinggi sejak 6,5 tahun terakhir.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 04 Feb 2021 08:44 WIB
Menperin: Pemulihan ekonomi berjalan cepat di awal tahun

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemulihan ekonomi berjalan semakin cepat di awal tahun ini. Hal itu terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia bulan Januari yang mencapai level 52,2.

PMI Januari tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar 51,3, dan merupakan peningkatan yang keempat kalinya secara beruntun sejak November 2020.

“Di tengah masa-masa sulit ini, kenaikan selama empat bulan berturut-turut ini, menunjukkan bahwa rebound-nya ekonomi Indonesia akan semakin cepat,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Alinea, Rabu (3/2).

Dia mengungkapkan, peningkatan PMI manufaktur Indonesia pada Januari 2021 merupakan yang paling cepat selama 6,5 tahun terakhir dan yang paling besar sejak survei dimulai pada April 2011.

Sementara itu, Direktur Ekonomi di IHS Markit Andrew Harker menyampaikan, sektor manufaktur Indonesia masih dalam jalur pemulihan pada awal tahun 2021, dengan pertumbuhan output dan pesanan baru di antara yang terbaik dalam survei selama satu dekade ini.

“Tren ini memberikan dorongan kepercayaan lebih lanjut, yang paling tinggi dalam empat tahun pada awal tahun,” ujarnya.

Kenaikan PMI manufaktur Indonesia pada Januari 2021 melampaui capaian PMI manufaktur Vietnam sebesar 51,3; kemudian Thailand 49,0; dan Malaysia 48,9. Sementara itu, PMI manufaktur ASEAN pada awal tahun ini berada di level 51,4. Bahkan, PMI manufaktur China mengalami penurunan ke titik 51,3 dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 51,9.

Kinerja gemilang dari sektor industri manufaktur di tanah air, juga tampak pada kontribusinya terhadap nilai ekspor nasional. Pada periode Januari-Desember 2020, industri pengolahan mampu mencatatkan nilai ekspor sebesar US$131,13 miliar atau naik 2,95% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sponsored

“Dengan capaian nilai US$131,13 miliar tersebut, sektor industri menyumbang dominan hingga 80,30% dari total nilai ekspor nasional yang mencapai US$163,30 miliar pada 2020,” ujar Agus. 

Kinerja positif ini membuat neraca perdagangan sektor manufaktur sepanjang 2020 menjadi surplus US$14,17 miliar. 

“Inipun mengindikasikan bahwa kinerja sektor industri yang semakin membaik dan para pelaku industri di tanah air masih agresif untuk menembus pasar ekspor,” tuturnya.

Agus pun menuturkan, realisasi penanaman modal sektor industri di tanah air tumbuh 26% dari tahun 2019 yang mencapai Rp216 triliun menjadi Rp272,9 triliun pada 2020.

Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada Januari-Desember 2020, sektor industri menggelontorkan dananya sebesar Rp272,9 triliun atau menyumbang 33% dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp826,3 triliun. 

Hasilnya, realisasi investasi secara nasional pada tahun lalu melampaui target yang dipatok sebesar Rp817,2 triliun atau menembus 101,1%.

Berita Lainnya