sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menteri PUPR akui digitalisasi sektor konstruksi terlambat

Industri konstruksi Indonesia sangat lambat dalam memberdayakan digitalisasi.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 12 Nov 2019 12:45 WIB
Menteri PUPR akui digitalisasi sektor konstruksi terlambat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan industri konstruksi Indonesia sangat lambat dalam memberdayakan digitalisasi. Padahal hal itu penting guna meningkatkan daya saing konstruksi nasional.

"Industri konstruksi adalah industri yang paling lambat menggunakan digitalisasi," kata Basuki Hadimuljono dalam pembukaan Forum Engineering 10 di Jakarta, Selasa (12/11).

Menurut Basuki, digitalisasi di bidang konstruksi adalah hal penting karena lima tahun mendatang, salah satu fokus pemerintah masih terkait infrastruktur, termasuk meningkatkan daya saing global.

Basuki juga mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam bidang konstruksi misalnya melalui standardisasi  Buiding Information Modeling (BIM).

Dengan memberdayakan digitalisasi, maka ada berbagai hal yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku sektor konstruksi Nusantara, antara lain adalah efisiensi dalam membangun.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengingatkan tentang fenomena penyusutan globalisasi. Melesatnya digitalisasi  akan berpengaruh kepada perkembangan perekonomian nasional ke depannya.

"Dinamika ekonomi dan keuangan global yang kita hadapi sekarang adalah diminishing globalization, rising digitalization," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry.

Menurut Perry, pada saat ini terjadinya penurunan dorongan untuk melakukan globalisasi, tetapi pada saat yang bersamaan adalah gerakan akselerasi digitalisasi.

Sponsored

Sebelumnya, Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia Prakash Chandran menyatakan revolusi industri keempat yang didukung oleh digitalisasi merupakan kunci transformasi industri di Indonesia.

Prakash Chandran menyatakan, pihaknya siap menjadi mitra kolaborasi utama dalam proses perwujudan transformasi industri di Indonesia sebagai bagian program nasional Making Indonesia 4.0.

"Digitalisasi merupakan elemen penting menuju perubahan ke arah positif, efisiensi, keberlanjutan dan keamanan yang lebih besar," katanya di sela gelaran "Siemens Digitalize Indonesia 2019".

Menurut dia, perusahaan harus melakukan digitalisasi, menata ulang bisnis mereka sehingga berkelanjutan dan efisien, sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya telah mengembangkan alat inovatif untuk membantu bisnis memanfaatkan kekuatan transformasi digital guna memperkuat bisnis. (Ant)
 

Berita Lainnya