sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

MNC raup pendapatan Rp8,35 triliun pada 2019

PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) mencatat kenaikan pendapatan sebesar 12%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 24 Feb 2020 19:33 WIB
MNC raup pendapatan Rp8,35 triliun pada 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2092
Dirawat 1751
Meninggal 191
Sembuh 150

PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) membukukan pendapatan sebesar Rp8,35 triliun pada 2019 atau meningkat 12% dari 2018 sebesar Rp7,44 triliun.

Peningkatan pendapatan tersebut disumbang dari pendapatan iklan yang naik 11% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp8,06 triliun, dari Rp7,24 triliun.

Grup Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan memasuki tahun 2020, pihaknya benar-benar puas keputusan untuk meningkatkan harga iklan 25%.

"Selain mendorong berbagai inisiatif digital perseroan, kami berencana untuk menjaga pertumbuhan iklan non-digital, karena masih diyakini sebagai media yang paling efektif untuk menjangkau masyarakat luas di Indonesia," ujar Hary dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/2).

Pendapatan iklan yang naik tersebut, didorong dari peningkatan iklan digital sebesar 167% menjadi Rp697,4 miliar secara (yoy) dari Rp261,1 miliar.

Hary menjelaskan peningkatan ini terjadi karena perseroan telah memperluas inisiatif digitalnya. Khususnya, melalui digital broadcast, portal berita, monetisasi media sosial dan suksesnya peluncuran MCN dan RCTI+.

Selain itu, iklan non-digital juga meningkat 6% menjadi Rp7,36 triliun pada 2019, dari Rp6,98 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Iklan non-digital, lanjut Hary, tetap tumbuh dengan baik karena penerapan berkelanjutan dari iklan NTC (non-time consuming) dan siaran program yang berbasis sponsor.

Selain dari iklan, pendapatan konten emiten berkode MNCN ini sepanjang 2019 juga meningkat 15% (yoy) menjadi Rp1,74 triliun,  dari Rp1,51 triliun pada 2018.

Sponsored

"Ini adalah hasil dari peningkatan produksi konten drama untuk FTA dan lisensi konten ke platform pihak ketiga," ujar Hary.

Sementara, pendapatan lainnya turun 43% pada 2019 menjadi Rp113,9 miliar dari Rp199,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini disebabkan oleh perampingan bisnis media cetak dan radio.

Adapun mayoritas pendapatan lainnya milik MNCN berasal dari unit manajemen bakat perseroan, yang berkinerja dengan sangat baik.

Dengan pendapatan tersebut, laba bersih perseroan ikut meningkat 47% pada 2019. MNCN tercatat membukukan laba bersih senilai Rp2,35 triliun, dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp1,6 triliun.

“Kami sangat puas dengan kinerja perseroan tahun ini. MNCN telah berhasil melakukan diversifikasi lini bisnisnya melalui pengembangan berbagai aset digital kami," tutur Hary.

Setelah MNCN mengumumkan kinerja sahamnya hari ini, saham MNCN tercatat terkoreksi 5,90% ke level Rp1.355 per saham. Berdasarkan keterangan dari RTI Infokom, MNCN memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp19,34 triliun.

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sanksi bagi kaum Covidiot

Sabtu, 04 Apr 2020 13:20 WIB
Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Kalut Covid-19 di tangan Luhut

Jumat, 03 Apr 2020 13:12 WIB
Berita Lainnya