logo alinea.id logo alinea.id

OJK: Stabilitas keuangan RI terjaga di tengah krisis global

Kinerja sektor jasa keuangan positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan masih terkendali. 

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 24 Jul 2019 15:50 WIB
OJK: Stabilitas keuangan RI terjaga di tengah krisis global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan  stabilitas sektor jasa keuangan pada semester I-2019 dalam kondisi terjaga. Hal itu sejalan dengan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan yang positif dan profil risiko lembaga jasa keuangan yang terkendali. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santosi mengatakan sistem keuangan Indonesia juga tetap stabil di tengah kondisi ekonomi global yang mengalami perlambatan. 

"Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dan pertumbuhan ekspor negara-negara ekonomi utama dunia terpantau masih melambat," kata Wimboh dalam konferensi persnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (24/7).

Menurut Wimboh, kondisi tersebut dapat meningkatkan ekspektasi pasar untuk kebijakan moneter global yang lebih akomodatif terhadap pertumbuhan. Hal itu berdampak pada berkurangnya tekanan likuiditas di pasar keuangan global dan mendorong kembali masuknya arus modal ke pasar emerging markets.

Seiring dengan perkembangan global tersebut, pasar keuangan domestik mencatatkan kinerja yang positif di semester I-2019. IHSG ditutup pada level 6.358,63 meningkat sebesar 2,65% di paruh pertama atau  23 juli 2019 mencapai 6.403,81 dengan net buy investor nonresiden sebesar Rp68,80 triliun.

Selain itu, penguatan juga terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), tercermin dari turunnya rata-rata yield SBN sebesar 57,64 bps dengan investor nonresiden yang mencatatkan net buy sebesar Rp95,50 triliun.
Wimboh menjelaskan kinerja intermediasi sektor jasa keuangan juga meningkat di semester I -2019. Hal itu didorong oleh meningkatnya pertumbuhan deposito dan giro perbankan. 

"Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan meningkat sebesar 7,42% year on year (yoy), tertinggi dalam delapan bulan terakhir," ujarnya. 

Pada periode yang sama, asuransi jiwa dan asuransi umum atau reasuransi berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp85,65 triliun dan Rp50,93 triliun. 

Sponsored

"Di pasar modal, korporasi berhasil menghimpun dana sebesar Rp96,25 triliun dengan jumlah emiten baru sebanyak 29, dengan 18 rencana penawaran umum di pipeline per 22 Juli 2019," ujarnya.