sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres: Pengembangan ekonomi syariah Indonesia berbeda dengan negara lain 

Visi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia juga terletak sebagai sebuah pilihan rasional dan inklusif.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Selasa, 15 Sep 2020 07:15 WIB
Wapres: Pengembangan ekonomi syariah Indonesia berbeda dengan negara lain 
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

 

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin menyatakan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan negara lain. 

“Visi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia juga terletak sebagai sebuah pilihan rasional dan inklusif untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah menjadi rahmatan lil alamin untuk semua golongan tanpa memandang perbedaan,” papar Ma’ruf dalam keterangannya Senin (14/9).

Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang secara kelembagaan dijalankan oleh Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) yang berfokus pada empat hal pertama, pengembangan industri produk halal. Kedua, pengembangan industri keuangan syariah. Ketiga optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf dan penguatan peran insitusi keuangan mikrosyariah, dan yang keempat penumbuhan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha bisnis syariah skala UMKM. 

Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meraih The Best Islamic Capital Market pada ajang penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards(GIFA) 2020. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, mengatakan, pasar modal syariah di Indonesia terus mengalami pertumbuhan di tengah ketidakpastian yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Data menunjukan per Agustus 2020, pasar saham syariah di Indonesia mendominasi, dengan persentase jumlah saham syariah sebesar 63% dari total saham yang tercatat di BEI, kapitalisasi pasar saham syariah sebesar 50%, volume perdagangan saham syariah sebesar 65%, frekuensi perdagangan saham syariah sebesar 68%, dan nilai transaksi perdagangan saham syariah sebesar 52% dari total perdagangan saham di BEI.

"Pasar modal syariah Indonesia masih menjadi yang paling inovatif dan satu-satunya di dunia yang
memiliki produk terlengkap dan mengintegrasikan investasi syariah di pasar modal serta filantropi
Islam. Selain memiliki produk investasi wakaf saham, zakat saham, sedekah saham dan wakaf sukuk. Pasar modal syariah Indonesia juga memiliki sukuk wakaf yang merupakan sukuk wakaf pertama di dunia," papar Inarno.

Pasar modal syariah Indonesia menunjukkan kinerja pertumbuhan jumlah investor saham syariah
sangat signifikan. Dalam empat tahun terakhir, jumlah investor saham syariah di Indonesia meningkat 536%. Per Agustus 2020, investor saham syariah telah mencapai 78.199 investor atau sekitar 5,9% dari total investor saham Indonesia. 

Sponsored
Berita Lainnya