sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pefindo turunkan peringkat tiga perusahaan pembiayaan

Revisi outlook tersebut mencerminkan pandangan Pefindo terhadap meningkatnya risiko likuiditas perusahaan pembiayaan independen

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 17 Okt 2018 17:57 WIB
Pefindo turunkan peringkat tiga perusahaan pembiayaan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi prospek (outlook) peringkat tiga perusahaaan pembiayaan menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Ketiga perusahaan pembiayaan tersebut yaitu PT Batavia Properindo Finance Indonesia Tbk. (BPFI), PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN) dan PT Andalan Finance Indonesia.

"Revisi outlook tersebut mencerminkan pandangan Pefindo terhadap meningkatnya risiko likuiditas perusahaan pembiayaan independen," Head of Financial Institution Rating Division Pefindo Hendro Utomo di kantornya, Rabu (17/10).

Status perusahaan pembiayaan independen atau tanpa relasi, perusahaan ini dinilai mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendanaan dari pihak perbankan.

Walaupun perusahaan ini masih memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan, fasilitas pinjaman yang bersifat uncommited menyebabkan keputusan pemberian fasilitas pembiayaan jatuh di tangan pihak perbankan.

"Bank dan investor lebih selektif dalam menyalurkan pendanaan ke perusahaan pembiayaan independen, karena kenaikan NPL/Non Performing Loan dan beberapa kasus gagal bayar," ungkap Hendro.

Beberapa kasus yang menimpa perusahaan pembiayaan tersebut diantaranya praktik usaha yang tidak sesuai aturan seperti double pledging, jaminan fiktif dan side streaming.

Sehingga, secara umum keterbatasan pendanaan tersebut dapat menghambat pertumbuhan usaha dan arus kas dari pembiayaan baru di perusahaan-perusahaan ini.

Sponsored

"Dari sisi pertumbuhannya terganggu, selain itu ada resiko pelemahan kualitas aset dan juga arus kas yang tidak sesuai target yang ditetapkan," ungkap Hendro.
 

Berita Lainnya