logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah luncurkan masterplan ekonomi syariah Indonesia 2019-2024

Masterplan ini akan menjadi landasan peta jalan pengembangan ekonomi syariah.

Soraya Novika
Soraya Novika Selasa, 14 Mei 2019 18:42 WIB
Pemerintah luncurkan masterplan ekonomi syariah Indonesia 2019-2024

Pemerintah meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 sebagai landasan peta jalan pengembangan ekonomi syariah. Indonesia merupakan negara dengan potensi muslim yang besar. 

Menteri Pembangunan dan Perencanaan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan MEKSI 2019-2024 berisi empat langkah utama penguatan ekonomi syariah.

Pertama, penguatan halal value chain dengan fokus pada sektor yang potensial dan berdaya saing tinggi. Kedua, penguatan keuangan syariah dengan rencana induk yang dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI). 

Ketiga, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama halal value chain. Keempat, penguatan di bidang ekonomi digital, utamanya perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial).

"Untuk menjalankan keempat strategi tersebut, masterplan ini juga telah disisipi strategi dasar yang bisa dilakukan, yaitu peningkatan kesadaran publik, peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas riset dan pengembangan (R&D), serta penguatan fatwa, regulasi, dan tata kelola," kata Bambang di Jakarta, Selasa (14/5).

Bambang mengatakan penguatan ekonomi syariah sangat penting karena Indonesia merupakan negara dengan potensi muslim yang besar. 

The State of the Global Islamic Economy Report 2018-2019 mencatat besaran total pengeluaran belanja masyarakat muslim dunia pada 2017 di berbagai sektor halal, seperti makanan dan minuman, farmasi dan kosmetik halal, busana halal, wisata halal, media dan hiburan halal, dan keuangan syariah mencapai US$2,1 triliun. Pasar ini diperkirakan akan terus tumbuh hingga US$3 triliun pada 2023. 

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan 85% dari jumlah populasi serta menyumbang 11% dari total muslim di seluruh dunia. Namun, Indonesia hanya bertengger di peringkat 10 sebagai negara produsen produk halal dunia.

Sponsored

"Demi mencapai visi dalam masterplan ini, kami menetapkan berbagai target dan indikator, yaitu peningkatan skala usaha ekonomi syariah, Islamic Economic Index pada tingkat global dan nasional, kemandirian ekonomi, dan indeks kesejahteraan. Target ini dicapai melalui strategi utama yang telah disusun dengan teliti diikuti dengan berbagai program dan strategi turunannya," katanya. 

Gandeng unicorn Indonesia

Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) meneken sejumlah nota kesepahaman dengan dua marketplace Indonesia yakni Bukalapak dan Tokopedia. 

Kerja sama KNKS dengan Bukalapak dan Tokopedia bertujuan mewujudkan konsep marketplace yang dapat mengakomodasi kebutuhan umat muslim di Indonesia. Ke depan, pengguna dapat lebih mudah mencari dan mengidentifikasi produk-produk dengan nomor sertifikasi halal. 

Tidak hanya itu, nantinya pengguna juga dapat lebih mudah untuk melakukan investasi pada instrumen syariah, seperti reksa dana syariah melalui platform e-commerce

KNKS juga mengumumkan dimulainya kerja sama antara Bank Syariah di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni BSM, BNI Syariah, BRI Syariah, serta BTN-UU Syariah dengan PT Fintek Karya Nusantara pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja. 

Ke depan, LinkAja Syariah akan menjadi sistem pembayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital ekonomi syariah yang terhubung dengan sistem perdagangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal serta juga melayani transaksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia. 

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB