close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jabar, Desember 2020. Google Maps/Tata wijaya
icon caption
Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jabar, Desember 2020. Google Maps/Tata wijaya
Bisnis
Senin, 10 Januari 2022 08:33

Pengelola Bandara Kertajati diminta dekati perusahaan kargo

Namun sebelumnya, pengelola diminta presentasi ke BKPM soal rencana bisnisnya.
swipe

Pihak pengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka diminta berkomunikasi dengan perusahaan kargo internasional menyusul adanya rencana pengalihan bandara menjadi fasilitas angkutan kargo dan pemeliharaan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO).

"Kita harus gencar menyosialisasikan barang-barang apa saja yang bisa dikirim lewat Bandara Kertajati dan juga keunggulan biaya yang lebih efisien," ucap Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meninjau Bandara Kertajati, Minggu (9/1).

Dirinya mendorong demikian agar pergerakan angkutan kargo meningkat. Namun, Angkasa Pura sebelumnya diminta mempresentasikan rencana bisnisnya kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"[Tujuannya] untuk memperkenalkan Bandara Kertajati kepada calon investor yang memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya mampu didarati pesawat wide body. Kita juga perlu memetakan potensi investasi di sekitar bandara ini," tuturnya, melansir situs web Kemenhub.

Mengenai optimalisasi pemanfaatan fasilitas MRO, Budi Karya meminta pengelola Bandara Kertajati berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah (pemda), dan instansi terkait lainnya.

"Bandara Kertajati bisa digunakan untuk pemeliharaan pesawat pemerintah," jelasnya.

Selain menjadi pusat aktivitas logistik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mempersiapkan Bandara Kertajati sebagai tempat embarkasi dan debarkasi perjalanan haji dan umroh.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama BIJB Kertajati, Muhammad Singgih, mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan bandara sebagai kawasan terintegrasi. Menurutnya, potensi pasar pemeliharaan pesawat masih besar karena sekitar 46% dari pesawat Indonesia masih melakukan perawatan di luar negeri.

Dia pun meminta dukungan pemerintah untuk meningkatkan daya saing pemeliharaan pesawat. Misalnya, memusatkan armada pesawat yang dimiliki pemerintah, seperti Basarnas, BNPB, dan instansi terkait lainnya agar perawatan dilakukan di Bandara Kertajati; memberikan pembebasan bea masuk dan biaya take off landing bagi pesawat yang akan melakukan maintenance; serta dukungan bea cukai, jaringan listrik, air, dan kesiapan fasilitas penunjang lainnya.

Bandara Kertajati memiliki gedung terminal kargo seluas 4.480 meter persegi. Saat ini, tengah dilakukan sejumlah upaya optimalisasi angkutan kargo, yakni pengembangan e-commerce hub (cargo village) dan penerbangan kargo rutin oleh Asia Kargo. Upaya-upaya ini diharapkan meningkatkan kembali operasional Bandara Kertajati di tengah pandemi.

img
Fatah Hidayat Sidiq
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan